Paradigma Baru Pengelolaan Informasi Dan Komunikasi Publik Di Era Konvergensi Digital

Perkembangan revolusi informasi dan komunikasi berdampak kepada media cetak sebagai contoh Kompas cetak menurun oplahnya sebaliknya yang mengakses kompas online meningkat jumlahnya, sedangkan .masyarakat di daerah terpencilpun sudah mulai memakai HP untuk berkomunikasi. Persoalannya apakah masyarakat sudah siap menghadapi dampak dari perkembangan kemajuan dan revolusi di bidang informasi dan komunikasi, apakah konten-kontennya sudah siap, apakah infrastruktur bisa digunakan untuk hal-hal yang positif.

Anak-anak Indonesia rata-rata 4,5 jam menonton di depan TV, bagaimana generasi kita kedepan dalam hal sosial. Hal ini sudah merupakan tugas Kementerian Kominfo menkompensasi infrastruktur tsb. Litbang harus mampu menggalakan informasi publik melalui ruang publik. Penggunaan situs jejaring sosial Indonesia sangat dominan, selanjutnya bagaimana agar dapat membangun eduksi publik tersebut kepada hal-hal yang positif. Untuk itu Depkominfo jangan melakukan kesalahan yang sama, infrastruktur harus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan nasional. Indonesia merupakan Negara rank 4 dalam penggunaan media Facebook, setelah USA, Ukrania dan Turkey, berdasarkan data yang diperoleh dari situs

http://www.nickburcher.com/2009/12/facebook-usage-statistics-by-country.html

Berdasarkan data data Harian Republika hal 13, tanggal 12 Mei 2010, Indonesia termasuk ranking ke 6 pengguna Twitter di dunia, Daftar 10 Negara pengguna Twitter terbesar berdasarkan persen, yaitu Amerika 50,88%, Brazil 8,79%, Inggris 7,2%, Kanada 4,35%, Jerman 2,49%, Indonesia 2,41%. Australia 2,39%, Belanda 1.32%. India 1,27% dan Jepang 1,22%.

Jumlah pengguna dari Indonesia yang menggunakan Search engine dari Google setiap tahunnya adalah sebanyak 2.747.830.018 orang. Dalam perkembangan sosial media mapping, orang sekaligus menjadi penikmat berita dan sekaligus pembuat berita melalui blog-blog yang mereka gunakan, seperti. pengguna blog WordPress.com, Blogger.com, facebook, dan juga pengguna situs jejaring sosial Twitter, Myspace, Flickr, digg, linked-in, You-Tube.

Begitu juga perkembangan kategori media sosial, sudah semakin marak berkembang, sehingga, orang dapat saling terhubung satu dengan yang lainnya. Sekarang ini baik perorangan/pribadi, perusahaan, lembaga menggunakan semua jenis situs jejaring sosial untuk diri mereka sendiri, untuk menerbitkan tulisan, untuk berbagi informasi, untuk saling terhubung, dan unt membentuk berbagai komunitas. Hal ini terjadi di baik secara profesional dan pribadi.

Pemanfaatan dan penggunaan web 2.0 sangat menarik, pola komunikasi sangat menarik, murah, mudah menyembunyikan identitas, namun sering dgunakan untuk hal-hal yang negatif. Saat ini sudah merupakan hal yang wajib mengunakan teknologi web 2.0.

Adapun perkembangan karakteristik web 2.0 yaitu :

* Pola komunikasi: many to many and  real-time

* Murah dan beresiko rendah,  tanpa “barrier”,  mudah untuk menyembunyikan identitas dan jangkauan hukum.

* Bersifat masif, baik dalam volume maupun keragaman informasi (769 juta domain dan 214 juta situs).

* Terjadi “information overloaded/flooding”. “A wealth of Information creates a poverty of attention”.

* Bersifat “distractive” (terpecah-pecah) karena keragaman dan fasilitas “hyperlink”.

* Muncul digital life style, digital consumer.

Konsekuensi Konvergensi Digital adalah ;

Ø     The world is flat (Kejadian di manapun bisa diketahui seketika oleh siapapun dan dari manapun. Contoh: Revolusi Mesir, Penyiksaan aktivis Papua oleh Brimob, atau Peristiwa Cikeusik).

Ø     Public Sphere broader (Ciri mencolok: share, collaborate dan exploit. Penggunaan web untuk berbagi, pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting. Wacana di ruang publik makin terbuka dan siapapun bisa mengagendakan apapun, seperti Gerakan 1.000.000 facebookers untuk bebaskan Bibit-Chandra atau Koin untuk Prita).

Ø     We find Global Brain (Yang menguasai otak dunia adalah situs Facebook, Google, Yahoo, Blogger.com. Ini kekuatan yang tak bisa ditahan dan dikendalikan lagi, namun bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publikasi dan penggalangan opini).

Ø     Democracy, Transparency and Independence  (Paradigma informasi pertahanan berubah. Dulu: Semua tertutup kecuali yang dibuka. Kini: semua terbuka kecuali ditutup. MAXIMUM ACCES MINIMUM EXEMPTION/MALE).

Dampak Politik Konvergensi Digital adalah :

Ø     Hyper dimension of politics  getting more important (hingar bingar politik makin ramai karena orang bebas bicara apa saja dan menulis apa saja di sosial media, termasuk wikileaks).

Ø     Spin doctors is very significant (peran jurubicara dan pemasok informasi menjadi penting dan menentukan).

Ø     Public opinion also determined by social media (opini publik tergiring oleh gerakan di sosial media seperti Sejuta Facebookers untuk bebaskan Bibit-Chandra dan Koin untuk Prita).

Ø    Technology web 2.0 must  be used (Dgn ciri untuk bisa memenangkan hati dan jiwa publik harus: share, collaborate dan exploit)

Diseluruh dunia saat ini ada 769 juta domain, 40 juta domain berisi tentang pornografi, ini akibat dampak dari politik konvergensi digital. Untuk itu diperlukan strategi kebijakan desiminasi informasi berdasarkan penelitian balitbang. Bagaimana kita duduk bersama untuk menetapkan dan mencari solusi untuk dapat memanfaatkanTIK untuk hal-hal yang positif.

Informasi dan demokratisasi, pengukuran demokrasi di Indonesia melalui transparansi, sehingga masyarakat tahu hak dan kewajibannya, untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan, sehingga dapat terwujud akuntabilitas publik dan akuntabilitas penyelenggara Negara.

Dalam komunikasi dan akuntabilitas diperlukan adanya menciptakan interaksi yang intensif, untuk membangun kepercayaan masyarakat, sehingga mendatangkan kepedulian sosial antar subkultur dalam masyarakat, dalam rangka mewujudkan akuntabilitas publik, yang perencanaannya berdasarkan kebutuhan dengan melibatkan peran serta masyarakat atau Rakyat.

Untuk mewujudkan kepedulian sosial diperlukan saling  perhatian, saling pengertian, saling menghormati dan saling memberikan hal-hal yang menghasilkan untuk dapat peroleh, sehingga dapat menciptakan toleransi dari multi cultural yaitu :  keanekaragaman yang membentuk budaya nasional, budaya Indonesia. Character & Nation Building meliputi pertama Determination (Ketekunan), ke-dua Integrity (Ketulusan), ke-tiga Persistence (Keteguhan), ke-empat Responsibility (Tanggungjawab), ke-lima Hardwork (Kerjakeras) dan keenam Patriotism (Nasionalisme).

Agenda Setting Pemerintah yaitu :

* Desain Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) disiapkan untuk menyusun agenda setting sebagai proses pengayaan informasi publik sehingga masyarakat memperoleh alternatif informasi di tengah dominasi agenda setting media massa (swasta).

* Strategi manajemen komunikasi publik dan network simpul diseminasi informasi penting untuk menetapkan isu dan agenda setting isu strategis.

* Manajemen PIKP merupakan upaya pemenuhan hak publik untuk tahu, dengan memberikan ragam informasi yang edukatif, empowering, enlightening, inspiring, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Kondisi  & Problematika Informasi Dan Komunikasi yaitu terjadinya problem komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, melalui monitoring media terjadi persepsi yang bersifat negative atau persepsi positif, upaya mengurangi perbedaan ini dilakukan edukasi melalui komunikasi public, endoser oleh opinion leader, dialog lansung sertta melalui terstimoni sukses story, sehingga tercipta lingkungan informasi yang dinamis, sehingga dapat mengatasi limitasi terhadap info yang valid, terhadap emosional public serta tak dipercayanya pemimpin.

Strategi  Pelayanan Informasi & Komunikasi Publik (PIKP) antara lain : Komponen Kelembagaan meliputi Brainware, Software, Hardware dan Spiritualware. Key Success meliputi yaitu Kewenangan / Legalitas, Akses/ Koordinasi, SDM Cukup & Cakap dan Sarana & Prasarana. Masalah PIKP adalah pertama Informasi Belum Sinergis/Belum Ada Agenda Setting, ke-dua Akses Informasi Terbatas & Tidak Terkoordinir dank ke-tiga Penilaian Subjektif/ Apriori Terhadap Lembaga Negara. Goals dari PIKP adalah pertama Pemenuhan Hak Tahu Publik, ke-dua Mengakomodasi Aspirasi Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Publik dan ke-tiga Citra Positif Lembaga Negara.

Penggunaan Media antara lain yaitu media Luar ruang, media Tradisional, media Cetak. Media Penyiaran, media Tatap muka dan media Internet – Online. Halhal lain yang mempengaruhi adalah Jumlah & coverage informasi yang ada, Intensifikasi & Xtensifikasi, Dukungan terhadap Kebijakan dan program penyelenggara Negara.

Tata Kelola Pelayanan Informasi & Komunikasi Publik meliputi Capaian Kinerja: mencakup hal-hal:

1. Laporan Kementerian

2. Laporan LPNK

3. Laporan Media Center, Prov, Kab, dan Kota

4. Laporan Monitoring Media

Selanjutnya hal tersebut diatas diklasifikasi, berdasarkan isu strategis, untuk perumusan agenda setting dan penyiapan materi publikasi, kemudian dilakukan kegiatan diseminasi materi publikasi melalui 5 (lima) media yaitu :

1.      Bakohumas meliputi : Humas  K/L, Humas BUMN dan Humas  Pemda

2.     Media Massa meliputi :Media Tradisional,  Media Cetak,  Media Penyiaran,  Media Tatap Muka dan Media Baru/Jejaring Sosial

3.    Media Publik yaitu :Kantor Berita Antara, RRI, TVRI,  Media Online, bipnewsroom.info, Jurnal, tabloid, Media Luar Ruang dan Cetakan

4.      Media Center yaitu : media center di 33 provinsi dan 85 kabupaten/Kota

5.      Media Kemitraan yaitu Ormas, LSM/NGO, Dunia Bisnis/Usaha, Dunia Profesi dan Asosiasi Telko

Strategi Agenda Setting adalah :

Misi : Mengkomunikasikan agenda setting pemerintah kepada publik.

Tujuan : pertama Meluruskan persepsi public, ke-dua Menumbuhkan  kepedulian dan dukungan public.

Prakarsa : Kegiatan pemberitaan

Tantangan strategis : pelayanan media pada pemberitaan agenda setting.

Peluang straegis : pertama Koordinasi, ke-dua Sinergi dan Ke-tiga Kemitraan.

Pendekatan Komunikasi yaitu : Pertama Pro Aktif, ke-dua Ofensif dank e-tiga Partisipasif.

Teknik Mengemas Agenda Setting & Penempatan :

Kegiatan : Problem Knowledge

Hasilnya : Identifikasi masalah yang mencakup 5W + 1H terkait  dimensi dan aspek agenda setting yang dikembangkan

Kegiatan : Big Idea

Hasilnya : Inventarisasi Agenda Setting menekankan keberhasilan aspek makro & mikro

Kegiatan : Message Package

Hasilnya : Perangkat framing, signing, dan priming – sesuai media yang  digunakan

Kegiatan : Media Placement

Hasilnya : Penempatan pesan di media:meliputi Luar ruang, Tradisional, Cetak, Penyiaran, Tatap-muka dan Online (Internet).

Sumber : Makalah : Paradigma Baru Pengelolaan Informasi Dan Komunikasi Publik Di Era Konvergensi Digital, Dirjen IKP, Bp. Drs. Freddy H. Tulung, MUA, pada Loka Karya ”Peningkatan Kompetensi Penelitian dan Pengembangan APTIKA IKP” di Cisarua – Bogor, 22 – 24 Maret 2011

Tentang Jadhie Whardhana Fernando

Pemerhati Komunikasi dan Informatika
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s