Indonesia ingin tidak hanya sebagai pembeli tetapi juga ingin sebagai pengembang dan pembuat dari produk TIK

Jakarta, KLIK.INFOKOM – Mandat yang telah diberikan Negara melalui Keppres kepada Detiknas, pertama yaitu agar menyusun strategi TIK secara nasional, kedua mengkoordinaskan berbagai macam kegiatan ICT, baik pemerintah maupun swasta. Dibeberapa negara bahwa TIK berkolaborasi positif dengan kemajuan suatu bangsa, Indonesia saat ini merupakan pasar yang empuk didunia untuk TIK, penetrasi TIK ini di Indonesia cukup tinggi. Oleh karena itulah, Industri TIK ini perlu di didorong lagi dengan peran pemerintah, agar industri lokal dalam bidang TIK tetap berkembang di negara Indonesia, kata Hasibuan, Wakil Ketua Tim Pelaksana Detiknas.

“Kalau kita tidak segera memanfaatkan strenght, kemajuan teknologi komunikasi Ini mungkin selamanya kita hanya sebagai pembeli, tentunya kita pehitungkan bisa sebagai suatu kapital flight. Indonesia ingin tidak hanya sebagai pembeli tetapi juga ingin sebagai pengembang dan pembuat dari produk TIK”, tuturnya. hal ini mengemuka dalam diskusi pertemuan antara Detiknas dengan Stakeholder atau praktisi dan penggiat ICT, Rabu, (23/2/2011), di Gedung Kementerian Kominfo.

Hasibuan menyampaikan apa sebenarnya akar permasalah TIK yang ada di Indonesia ini, pertama adalah terbatasnya infrastruktur TIK dan kedua tidak meratanya distribusi infrastruktur TIK, yaitu infrastruktur utama pendukung TIK di Indonesia, untuk itu upaya mengatasi digital devide ini, diantaranya melalui percepatan implementasi Palapa Ring. Walaupun ada prasarana TIK tetapi belum dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif, banyak contohnya, kalau dikaitkan dengan penetrasi telepon seluler, penggunaan telepon seluler itu lebih banyak hanya digunakan untuk SMS atau mengadakan hubungan telepon yang tidak bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup, atau untuk meningkatkan produktfitas kerja, kecuali untuk social networking.

“Dibidang TIK tingkat pembajakan masih relative tinggi, kemudian juga masih lemahnya sinergi dan koordinasi diantara lembaga pemerintah, dan pelaku TIK dalam negeri. Pelaku usaha kecil dan menengah di bidang TIK, masih kesulitan dalam permodalan dan pemasaran. Indonesia dari jumlah SDM banyak sekali, kemudian ada keanekaragaman kita, kalau dalam generic bisnis strategi kita sudah bisa low cost. Terungkap juga dalam diskusi kalau SDM TIK juga luar biasa kita meluluskan hampir 60-70 ribu pertahun SDM TIK, tapi kualitasnya masih kita pertanyakan”, ungkapnya.

Perkembangan Industri TIK di era globalisasi dapat mendorong perekonomian disuatu negara. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa tahun 2010, merupakan potensi yang besar untuk terus mengembangkan industri TIK di tanah air. Kondisi Industri TIK di tanah air memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang rendah atau dengan kata lain masih sedikit yang menggunakan produk-produk bermuatan lokal. Industri TIK ini meliputi Software, Hardware dan Konten.

Kondisi keberadaan realisasi penanaman modal asing Industri TIK di Indonesia yang terbesar dalam industri jasa telekomunikasi dengan nilai realisasi lebih dari USD 2,7 miliar. Sedangkan pada industri manufaktur TIK nilai penanaman modal asing terjadi pada industri Radio, Televisi, Alat-alat rekaman suara, dll.

1. Permasalahan yang timbul terkait dengan Pengembangan Industri TIK di Indonesia yaitu :
a. Terbatasnya dan tidak meratanya distribusi infrastruktur utama dan pendukung TIK di Indonesia.
b. Belum optimalnya pemanfaatan prasarana TIK untuk kegiatan produktif.
c. Birokrasi perijinan membutuhkan waktu yang lama.
d. Tingkat pembajakan intelektual tinggi.
e. Lemahnya sinergi dan koordinasi antar pemerintah dan pelaku usaha TIK dalam negeri.
f. Pelaku usaha kecil dan menengah di bidang TIK, hingga kini masih mengalami kesulitan dalam permodalan dan pemasaran.

2. Tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah kesenjangan digital yang tinggi, geografi yang tersebar luas serta tingkat kesenjangan sosial ekonomi yang luas, kemudian juga adanya serbuan TIK Asing yang murah.

3. Tren TIK ke depan menurut Gartner’s dalam strategic technologies tahun 2010 yaitu :
a. Cloud Computing
b. Advanced Analytics
c. Client Computing
d. IT For Green
e. Reshaping the data centre
f. Social computing
g. Security – activity monitoring
h. Hash memory
i. Virtualization for availability
j. Mobile aplication
Kesemuanya membutuhkan fokus dan strategi penelitian dan pengembanganTIK.

4. Faktor suksesnya pengembangan TIK di Indonesia yaitu perlu adanya kebijakan yang dilihat dari sinkronisasi investasi TIK nasional, kebijakan fiskal multiyears dan multiyears contract, dan penggunaan komponen TIK lokal. Kemudian perlu adanya SDM yang dilihat dari Peningkatan kualitas SDM TIK dengan kerjasama R&D institusi pendidikan dan peningkatan kualitas SDM TIK untuk Industri TIK. Dan yang terakhir dilihat dari segi kelembagaan yaitu perlu adanya penguatan unit pengelola TIK di lembaga-lembaga pemerintah dan perlu adanya penguatan lembaga strategis TIK dan Cyber security nasional.

5. Target indikator kinerja utamanya yaitu pertumbuhan industri TIK, pertumbuhan tenaga kerja TIK, pertumbuhan konstribusi ekonomi dari TIK, cakupan produk-produk TIK seperti konten, aplikasi, alat-alat, dll, publikasi mengenai TIK nasional dan internasional, dan peringkat-peringkat TIK : Nation Competitiveness, e-government, ICT Index, dll.

6. Dalam melakukan pengembangan industri TIK di Indonesia yaitu perlu adanya sinergi proyek-proyek pemerintah dengan industri TIK lokal, memperhatikan komponen lokal (TKDN) dalam proyek-proyek pemerintah dan dibutuhkan insentif dana untuk pengembangan konten dan aplikasi.

Tentang Jadhie Whardhana Fernando

Pemerhati Komunikasi dan Informatika
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s