KEBERADAAN e-KOMUNITAS DI BERBAGAI DAERAH DI TANAH AIR.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Saat ini, jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi halangan dalam berkomunikasi, berbagai sarana dan aplikasi TIK tercipta untuk memfasilitasinya. Orang yang berada di pulau yang berbeda bahkan negara yang berbeda kini sudah mampu melakukan komunikasi bahkan mampu ditampilkan secara visual. Salah satu hal yang sedang menjadi trend saat ini adalah kegiatan yang berbasis internet dan elektronik.

Teknologi informasi (information technology) dan Komunikasi mulai berkembang pesat di diawal tahun 1980-an. Pesatnya perkembangan teknologi ini didukung oleh pesatnya perkembangan prosesor (chip) yang berfungsi sebagai otak sebuah komputer pribadi (Personal Computer). Kemajuan di bidang teknologi komputer dan telekomunikasi juga mendukung perkembangan teknologi internet. Internet adalah suatu jaringan besar yang dibentuk oleh interkoneksi jaringan komputer yang menghubungkan orang dan komputer di seluruh dunia melalui saluran telepon, satelit dan sistem komunikasi lainnya (Ellsworth dan Ellsworth, 1995).

Di Indonesia sendiri, jumlah pengguna internet saat ini sudah mencapai 45 juta orang, baik yang mengakses internet melalui komputer maupun ponsel. Ini berarti dalam 10 tahun jumlah pengguna internet di Indonesia telah bertambah sekitar 43 juta orang, dan ini akan terus bertambah karena Indonesia juga turut mengemban amanat deklarasi World Summit on Information Society (WSIS) tahun 2003 yang menyatakan bahwa lima puluh persen penduduk dunia harus memiliki akses terhadap informasi (dalam hal ini akses internet) di tahun 2015. Dengan demikian jumlah pengguna internet di Indonesia di tahun 2015 diperkirakan dapat mencapai sekitar 120 juta pengguna.

Istilah TIK atau ICT (Information and Communication Technology), atau yang di kalangan negara Asia berbahasa Inggris disebut sebagai Infocom, muncul setelah berpadunya teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya) dan teknologi komunikasi sebagai sarana penyebaran informasi pada paruh kedua abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang sangat pesat, jauh melampaui bidang-bidang teknologi lainnya. Bahkan sampai awal abad ke-21 ini, dipercaya bahwa bidang TIK masih akan terus pesat berkembang dan belum terlihat titik jenuhnya sampai beberapa dekade mendatang. Pada tingkat global, perkembangan TIK telah mempengaruhi seluruh bidang kehidupan umat manusia. Intrusi TIK ke dalam bidang-bidang teknologi lain telah sedemikian jauh sehingga tidak ada satupun peralatan hasil inovasi teknologi yang tidak memanfaatkan perangkat TIK.

TIK sebagai bagian  dari ilmu pengetahuan  dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua  yang teknologi berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi),  pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Di era globalisasi seperti saat ini, TIK telah menjadi salah satu bidang yang berkembang pesat di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Secara umum, pembangunan di bidang komunikasi dan informatika, terutama Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu aspek penting yang mendorong pembangunan nasional.

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berlangsung sangat cepat telah mendorong berbagai institusi, perusahaan ataupun badan usaha atau undividu penggiat serta komunitas untuk melakukan hal-hal yang baru disegala aspek bidang kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien dan efektif. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang elektronika membawa umat manusia memasuki pola kehidupan masyarakat informasi.

            Perkembangan peradaban manusia terasa begitu cepatnya, kita tentunya mengenal masyarakat primitif, pada era itu seseorang untuk mendapatkan suatu barang harus ditukar dengan barang lagi (barter), kemudian meningkat ke masyarakat agraris, kemudian masyarakat industri. Dari masyarakat indusri loncat ke masyarakat informasi (era informasi). Mengapa dikatakan loncat ke masyarakat informasi?, karena kita baru memulai melangkah ke masyarakat industri, era informasi sudah datang. Dalam masyarakat informasi TIK memegang peranan yang besar terhadap aktivitas kehidupan manusia. Diantara aktivitas tersebut adalah dalam bidang komunikasi dan informasi, bidang sosial dan budaya, bidang pendidikan, bidang pemerintahan dan bidang bisnis. Disamping TIK memberikan dampak yang tak sedikit, baik dampak positif maupun dampak negatif.

            Sejak istilah apa yang disebut masyarakat informasi diperkenalkan pada tahun 1962 (Machlup, 1962, dalam May, 2002:3), perdebatan ramai mengenai apa dan bagaimana dampak information society atau masyarakat informasi terus berlanjut sepanjang garis kontinum dengan berbagai dimensi yang berbeda. Secara umum, masyarakat informasi mengacu pada suatu masyarakat dimana produksi, distribusi, dan pengolahan informasi merupakan aktifitas utamanya (Anonimus, 2006). Masyarakat ini menekankan pentingnya peran teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serta akses dibawah pengaruh ekonomi, politik, dan lingkungan sosial (Geldof, 2005).

            Information society atau masyarakat Informasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat dan sebuah ekonomi yang dapat membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru (new information and communication technologies (ICT’s). Pengertian lain dari informastion society atau masyarakat informasi adalah suatu keadaan masyarakat dimana produksi, distribusi dan manipulasi suatu informasi menjadi kegiatan utama. Jadi dapat dikatakan bahwa pengolahan informasi adalah inti dari kegiatan Teknologi baru ini memiliki implikasi untuk segala aspek dari masyarakat dan ekonomi kita, teknologi mengubah cara kita melakukan bisnis, bagaimana kita belajar, bagaimana kita menggunakan waktu luang kita.

            Menurut Alvin Toffler, tiga gelombang peradaban manusia terdiri dari era pertanian, industri dan era informasi / komunikasi (lihat Rogers 1986 ; Alisyahbana dalam Yulian, dkk (2001). Manusia dilahirkan di dunia tak hanya sebagai makhluk Tuhan dan makhluk individu saja, tetapi sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia harus dapat berinteraksi dengan orang sekitarnya dan lingkungannya. Interaksi sosial pun tak jauh dari penggunaan teknologi termasuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) . Segala aspek yang berhubungan dengannya dapat diakses melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi. TIK telah menjadi fasilitas utama pada berbagai aktivitas di berbagai sektor kehidupan. Banyak hal positif  yang dihasilkan dari pemanfaatan TIK dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Tetapi, banyak juga hal negatif yang ditimbulkan dari pemanfaatan TIK yang kurang bertanggung jawab yang dapat merugikan individu maupun masyarakat.

Masyarakat adalah suatu institusi yang bersifat konstektual dimana suatu nilai yang telah di sepakati pada suatu komunitas belum tentu relevan jika diterapkan di komunitas lain. Castells dan Himanen (2002). Kini layanan informasi lebih mudah, murah, akurat, cepat dan tepat kepada semua komunitas masyarakat tanpa harus dibatasi ruang dan waktu. Terbentuknya masyarakat informasi melalui proses transisi dari masyarakat sebelumnya yaitu masyarakat pra pertanian, masyarakat pertanian dan masyarakat industri, yang dipacu atau dipercepat dengan terjadinya perubahan teknologi komunikasi.

Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village”. Sehingga sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata kebenarannya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang elektronika membawa umat manusia memasuki pola kehidupan masyarakat informasi, dimana kebutuhan akan divais-divais elektronika yang berfungsi tinggi menjadi semakin meningkat untuk menyeimbangi kecepatan pertumbuhan perangkat lunak.

Perangkat telekomunikasi semakin berkembang pesat saat ini, mulai dengan diimplementasi-kannya teknologi digital menggantikan teknologi analog, yang mulai menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang dari awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler, telepon pintar (smartphone), iPhone, iPad,  atau Blackberry. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi  inilah kandungan isi (content) berupa multimedia, mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.

Sejalan dengan perkembangan kemajuan TIK, mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, perkembangan TIK di bidang pendidikan jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya, perkembangan TIK di bidang ekonomi/perdagangan atau bisnis bermunculanan e-UKM, e- business, e-commerce, e-dagang, e-payment, e-banking, e-tiket dsb. Perkembangan TIK dibidang penyelenggaraan kegiatan Pemerintahan ada istilah e-government, e-voting, e-literasi, e-KTP, e-pengadaan (SePP), e-health, e-NPWP, e-filing, e-Registration, e-SPT dll, Di bidang pertanian e-agriculture atau e-agribusiness. Dibidang sosial dan budaya ada e-wayang dan e-demoksasi, sedangkan dibidang komunikasi dan Informasi muncul istilah seperti e-security, e-komunitas. Awalan e- bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.

Manusia memiliki dua fungsi kedudukan dalam kehidupan ini yaitu sebagai individu dan makhluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan untuk berkomunikasi diantara sesamanya dan merupakan kebutuhan penting agar dapat melakukan interaksi dengan baik. Atas dasar kebutuhan tersebut, manusia berupaya mencari dan mencipta sistem dan alat untuk saling berinteraksi, mulai dari gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet.

Adanya revolusi digital, masyarakat dunia telah mengalami perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi, sehingga aktifitas dan cara berkomunikasi masyarakat dalam kehidupan sosial, perdagangan, ekonomi, penelitian dan pendidikan telah berubah secara mendasar sejalan dengan kemajuan teknologi, informasi dan telekomunikasi. Isue di masa datang telah mengarah pada : (1) Information Superhighway; (2) Information Appliance; (3) Digital and Virtual Libraries dan (4) Teleworking. Selain itu kemajuan suatu bangsa tercermin dari penguasaan IPTEK dari bangsa tersebut. Oleh sebab itu sudah sewajarnya apabila informasi IPTEK harus secara mudah, cepat, akurat dan terjangkau bagi seluruh golongan masyarakat. Untuk itu diperlukan suatu usaha mendapatkan kemudahan akses dalam memperoleh informasi yang terpadu. Hakekatnya kebutuhan akan informasi harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa adanya diskriminasi, baik golongan maupun kelompok intelektual.

Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri, sehingga memiliki kecenderungan untuk berkomunitas. Demikian pula didunia maya atau internet manusiapun ingin bersama orang lain membentuk sebuah komunitas (Pengantar Teknologi Informsi Internet: Konsep dan Aplikasi, 2007, halaman 223). Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya. Internet merupakan sebuah jaringan komunikasi dan informasi global, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan intenet, termasuk memperluas jaringan pertemanan, jaringan sosial, jaringan komunitas, cyber community atau e-komunitas.

Komunitas berasal dari bahasa latin communitas, yang berasal dari kata dasar communis, Artinya adalah masyarakat, publik atau orang banyak. Dalam ilmu sosiologi komunitas adalah kelompok orang yang saling berintegrasi yang ada dilokasi tertentu (E Media Solusindo, 2008, halaman 15). Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional (Soenarno, 2002). Kekuatan pengikat suatu komunitas, terutama, adalah kepentingan bersama dalam memenuhi kebutuhan kehidupan sosialnya yang biasanya, didasarkan atas kesamaan latar belakang budaya, ideologi, sosial-ekonomi. Disamping itu secara fisik suatu komunitas biasanya diikat oleh batas lokasi atau wilayah geografis. Masing-masing komunitas, karenanya akan memiliki cara dan mekanisme yang berbeda dalam menanggapi dan menyikapi keterbatasan yang dihadapainya serta mengembangkan kemampuan kelompoknya.

Komunitas atau Community adalah sekumpulan individu yang biasanya memiliki minat yang sama. Sebuah komunitas biasanya terbentuk karena memiliki kebutuhan yang sama (ataupun tidak) pada sebuah minat tertentu. Sebuah komunitas atau club biasanya diawali dengan berkumpul bersama. Awalnya dengan beberapa orang (minimal 2 orang) yang saling kenal, memiliki minat yang sama dan kemudian berkembang dan anggotanyapun bertambah. Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values (Kertajaya Hermawan, 2008). Proses pembentukannya bersifat horisontal karena dilakukan oleh individu-individu yang kedudukannya setara.

Komunitas dapat dibagi menjadi dua, yaitu komunitas offline dan komunitas online. Komunitas online, komunitas yang disatukan oleh kesamaan pekerjaan, hobby atau faktor lainnya, berintegrasi dan berkomunikasi melalui media internet. Komunitas online, disebut juga komunitas cyber atau di postingan media internet lebih sering disebut komunitas virtual, dalam tulisan ini disebut juga sebagai e-komunitas. Virtual adalah dunia yang biasanya kita sebut sebagai dunia maya atau cyber space yaitu sebuah dunia komunikasi berbasis komputer yang menawarkan realitas baru. Jadi, Komunitas Virtual adalah sebuah komunitas yg terbentuk dan tergabung dari berbagai element yang biasanya memiliki hobby yang sama dan menyalurkan semua yang berkaitan dengan  hobbinya tersebut melalui sebuah dunia maya yaitu Virtual yang melakukakan kegiatan kumunikasi secara virtual.

Komunikasi virtual atau virtual communication adalah komunikasi (proses penyampaian dan penerimaan pesan) menggunakan (melalui) cyberspace / ruang maya yang bersifat interaktif. Komunikasi virtual tidak dapat lepas dari sebuah media internet yang menggunakannya sebagai alat komunikasi. Disini terlihat adanya peralihan gaya atau kebiasaan manusia dalam berkomunikasi menyampaikan informasi dengan sesamanya. Dikatakan begitu karena saat ini manusia tidak perlu lagi berkomunikasi pada waktu, tempat yang sama. Nampaknya melalui komunikasi virtual saat ini, hambatan – hambatan yang ada terdahulu seperti jarak, waktu, biaya, serta kesulitan lainnya dapat teratasi. Hal ini dikarenakan internet sebagai media komunikasi virtual tidak terbatas ruangnya sehingga masyarakat luas dapat menyampaikan informasi kemana saja, dan ke siapa saja. Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu (http://komunitasvirtual.wordpress.com/)

Istilah virtual bisa kita artikan sebagai “sesuatu yang bersifat maya”, tetapi memungkinkan untuk menampilkan kualitas seperti nyata. Virtual disini dapat berupa berbagai macam teknologi, seperti yang sangat banyak diminati adalah internet (interconnected network), yaitu suatu jaringan yang terdiri dari ribuan jaringan independent yang dihubu ngkan satu dengan lainnya. Melalui internet semua orang dari negara manapun akan saling terhubung. Disinilah komunitas virtual biasa terbentuk. Komunitas virtual atau biasa komunitas online adalah sekolompok orang dalam berkomunikasi menggunakan internet sebagai media utama dan tidak mengandalkan pertemuan lansung fisik. Komunitas online bisa menjadi komunitas primer atau sekunder. Maksud komunitas sekunder adalah telah ada komunitas solid yang ada di dunia nyata dan komunitas virtual tersebut digunakan untuk pelengkap (E-Media Solusindo, 2008, halaman 17).

Berkaitan dengan fenomena yang ‘real’ dan ‘virtual’, Kumiko Aoki memberikan beberapa poin penting tentang komunitas virtual: (1)    those which totally overlap with physical communities;  (2.)   those that overlap with these ‘real-life’ communities to some degree; (3)    those that are totally separated from physical communities (dikutip dari Foster, 1997:24). Sementara term ‘telecommunity’ sendiri ditemukan dalam Alvin Toffler dalam bukunya The Third Wave (1980), sebuah defenisi yang muncul jauh sebelum fenomena internet itu muncul. Toffler menyatakan bahwa eksistensi teknologi merupakan fasilitas umum yang muncul pada akhir era sosial-kapitalis, di mana kehadiran teknologi bisa mengubah pola-pola kerja dan juga komunikasi. Setiap pekerja sekarang bisa melakukan semua pekerjaannya di rumah sehingga interaksi mereka dengan anggota keluarga dan tetangga menjadilebih intens; ini yang disebutnya dengan ‘selective substitution of communication for transportation’ (1980:382).

Aktifitas komunitas virtual maupun telemediated sangat mungkin terjadi pada baik pada bentuk-bentuk broadcast dan network/jaringan komunikasi. Ritual-ritual komunikasi itu melibatkan beragam bentuk dari komunitas yang berbeda, dan pola konsumsi media yang sekrang lebih pribadi (khusus) dan dari ruang yang pribadi ini akhirnya akan mengoneksikan hubungan yang lebih mengglobal dimana bentuk sederhana dari term komunitas yang selama ini dipahami akan bergeser perlahan-lahan. Holmes (2005:222) menandaskan bahwa  pada dasarnya kini untuk berinteraksi dengan seseorang berarti individu itu melakukan interaksi dengan media. Fenomena ini merupakan ciri khas dari  budaya global dan kaum urban. DR. Richardus Eko Indrajit, dalam Konsep dan Aplikasi e-Business mengatakan “pada prinsipnya komunitas virtual merupakan sebuah forum dimana para anggotanya saling bebas berhubungan dengen mengeluarkan pendapat. Jika dikaji secara sungguh-sungguh, sebenarnya forum ini memiliki nilai komersial tertentu yang dapat dimanfaatkan para pelaku e-business jika yang bersangkutan dapat sungguh-sungguh mempelajari karakteristiknya”.

Komunitas virtual adalah sebuah masyarakat baru. Kata komunitas mengindikasikan hubungan sosial yang dekat, diikat oleh kesamaan emosi, kepentingan, dan tempat tinggal. Adapun virtual berarti sebuah dunia idea, sebuah kehidupan tanpa kehadiran fisik. Jadi kata ‘komunitas virtual’ memang mengandung paradoks. Tetapi begitulah yang terjadi, komunitas virtual ini terbentuk dengan lahirnya teknologi internet. Orang dengan mudah berkomunikasi saling tukar idea, gagasan, foto maupun perasaan, tapi secara fisik mereka tidak hadir. Di samping melalui Facebook, warga komunitas virtual berkomunikasi melalui jejaring Twitter, terutama di saat jalanan macet. Ketika lelah membaca buku atau mendengarkan siaran radio di dalam mobil, Twitter merupakan teman sekaligus sarana berkomunikasi dengan sesama warga komunitas virtual. Dengan mudah dan cepat kita bisa saling sapa dan bertukar gagasan dari yang bersifat canda, curhat, sampai topik-topik aktual yang serius. Berkomunikasi lewat Twitter tidak mengenal waktu dan tempat. Kapan saja dapat dilakukan.

Menariknya, pengguna internet juga dengan mudah bergaul dengan warga komunitas virtual yang tinggal di seantero penjuru dunia. Beberapa pejabat tinggi pemerintah pun ada yang aktif memanfaatkan Twitter. Pejabat yang paling rajin mungkin Tifatul Sembiring, yang aktif sejak 20 Oktober 2009, dengan jumlah follower sekarang ini  (6/2/2012) di atas 314.841, dan jumlah pengikut menyukai dalam Facebook sebanyak 212.687 orang. Saking rajinnya tweeting, sampai-sampai ada pertanyaan, ini bagian dari tugas menteri atau ketua partai, atau pergaulan sosial?.

Melalui komunitas  virtual atau komunitas maya ini, pengguna internet (netter) atau penguna teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam masyarakat yang tidak gagap (e-literasi) dengan perkembangan kemajuan TIK, dapat berhubungan dan berintegrasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Komunitas virtual muncul didalam ruang media berbasiskan komputer dimana aktivitas dan interaksi antar para anggota komunitas menggunakan TIK. Komunitas virtual berguna untuk mengumpulkan orang-orang yang memiliki minat yang sama dan mereka dapat berdialog melalui discussion board dan juga lewat mailing list dan dialog mereka dapat disimpan untuk kemudian dapat dipelajari kembali.

Menurut Yulasayo motivasi terbentuknya komunitas virtual yang berawal dari kesamaan preferensi atas suatu hal, kesulitan teknis yang dihadapi dan kesamaan karena menjadi minorotas ataupun mayoritas. Yang kedua adalah moderator dalam komunitas virtual berperan sebagai pemberi ijin dan referensi. Ketiga adalah anggota memiliki beberapa motivasi berbeda untuk mengikuti suatu komunitas. Keempat adalah dampak keikutsertaan anggota dalam suatu komunitas virtual terhadap para anggota adalah loyalitas tinggi terhadap dasar terbentuknya suatu komunitas dan persepsi kualitas yang lebih baik. Kelima adalah anggota komunitas menerima manfaat fungsional dan manfaat sosial melalui komunitas virtual tersebut sehingga membuat anggota bersedia membentuk komitmen. Keenam adalah anggota komunitas virtual melakukan posting secara kontinu dan melakukan pertemuan rutin sebagai wujud komitmen pada komunitas virtual. (http://yulasayo.wordpress.com/2011/11/25/komunitas-virtual/).

Di dalam suatu komunitas tentunya kita dapat berbagi satu sama lain baik itu cerita pribadi, pengalaman dan tentunya masih banyak lagi yang dapat dibagi atau juga berdiskusi tentang suatu masalah yang nyata atau yang terjadi didalam kehidupan dunia virtual itu sendiri. Apakah orang bergabung dalam komunitas virtual karena sudah bosan dengan dunia nyata sehingga mereka menciptakan dunia sendiri yaitu dunia virtual. Mungkin itu yang menjadi alasan mereka menciptakan komunitas virtual agar mereka merasa lebih nyaman. Sangat terasa manfaat internet untuk dunia komunikasi melalui media virtual dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan hanya tinggal bagaimana cara memanfaatkannya kearah yang positif dan menghindari negatifnya.

Yang terjadi di dalam komunitas virtual adalah sebuah mekanisme pembelajaran (knowledge sharing) karena masing-masing anggotanya berkomunikasi mengenai hal-hal tertentu. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Komunitas virtual para pengacara yang saling mendiskusikan berbagai kasus-kasus hukum;
  • Komunitas virtual para programmer linux yang membahas teknik-teknik pemrograman yang baik dan berkualitas;
  • Komunitas virtual para ibu rumah tangga yang memiliki kegemaran memasak;
  • Komunitas virtual praktisi kesehatan seperti dokter dan perawat yang membahas berbagai ilmu kedokteran baru;
  • Komunitas virtual anggota parlemen untuk membicarakan isu-isu politik;
  • Komunitas virtual profesor-profesor yang saling bertukar pikiran mengenai penelitian tertentu;
  • Komunitas virtual pemakai produk bermerek tertentu untuk saling membahas mengenai penggunaannya;
  • Komunitas virtual yang terdiri dari para klien atau pelanggan perusahaan tertentu yang saling mengevaluasi kualitas pelayanan perusahaan yang bersangkutan; dan lain sebagainya.

Pada prinsipnya komunitas virtual merupakan sebuah forum dimana para anggotanya saling bebas berhubungan dengen mengeluarkan pendapat. Jika dikaji secara sungguh-sungguh, sebenarnya forum ini memiliki nilai komersial tertentuyang dapat dimanfaatkan para pelaku e-business jika yang bersangkutan dapatsungguh-sungguh mempelajari karakteristiknya (DR. Richardus Eko Indrajit, Konsep dan Aplikasi e-Business, file:///K:/e-komunitas/Membangun-Komunitas-Virtual.htm)

            Proses kelompok masyarakat atau komunitas yang memanfaatkan perkembangan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri, yang merupakan masyarakat pengguna TIK atau internet, yang merupakan komunitas yang memfaatkan kemampuan teknologi elektronika digital, sehingga komunitas pengguna teknologi elektronika digital ini, dapat disebut sebagai e-komunitas, dimana dalam e-komunitas ini kebutuhan akan divais-divais elektronika yang berfungsi tinggi menjadi semakin meningkat untuk menyeimbangi kecepatan pertumbuhan perangkat lunak TIK.

Peranan Media Internet Membentuk e-Komunitas di Indonesia :

Dimulai dengan diciptakannya komputer di pada awal abad 21 yang kemudian diikuti dengan diciptakannya media internet yang berguna sebagai tools (karena fungsinya hanya untuk mengirim email dan browsing website pada saat itu). Namun, seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan internet, yang sebelumnya internet hanya dianggap sebagai tools untuk mengirimkan email dan browsing website kini telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Saat ini internet telah menjadikan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, karena fungsinya saat ini tidak lagi dapat dikatakan sebagai tools, namun. Dengan adanya internet seseorang dapat berkomunikasi dengan siapa saja yang berbeda secara geografis dan waktu, tanpa adanya pemisah jarak dan waktu. Inilah yang dinamakan dengan Sosial Media Online (Internet).

Pesatnya perkembangan sosial media online sendiri diawali dengan hadirnya friendster.com di tahun 2002 yang disambut baik oleh masyarakat khususnya kalangan muda di Indonesia, kemudian kehadiran situs jejaring sosial Facebook.com dan layanan Microblogging Twitter.com yang booming pada 2009 lalu. Sosial media online ini mengijinkan kita untuk bertukar informasi kepada sesama pengguna, selain itu layanan yang memanjakan pemilik akun sosial media seperti : Kustomisasi halaman profile diri, membagi konten-konten digital kreatif, Fasilitas chatting yang realtime dan komentar sesama pengguna yang bersifat realtime dll.

Itulah fasilitas yang ditawarkan layanan situs sosial media online, yang juga merupakan situs jejaring sosial, untuk mendapatkan perhatian masyarakat penggunanya. Hal itulah yang merubah pola interaksi sosial masyarakat menjadi masyarakat cyber (Cyber Community), masyarakat sekarang  lebih cenderung menggunakan komunikasi virtual ketimbang komunikasi face to face untuk berinteraksi dengan kerabat dan teman-teman dikarenakan perangkat untuk meng-akses tidak terbatas hanya menggunakan komputer, namun, perangkat Handphone pun kini banyak memiliki fitur untuk memudahkan pemilik akun di dunia maya. Tidak hanya mempengaruhi perubahan sosial masyarakat. Namun, sosial media online juga mempengaruhi perkembangan politik, ekonomi, dan juga pendidikan, dalam hal politik banyak politisi yang mulai menggunakan sosial media setelah melihat Barack Obama memenangkan pemilu yang dikatakan bahwa sedikit banyak karena interaksinya dengan rakyat Amerika melalui akun Twitternya.

Dalam bidang ekonomi, bisa dilihat oleh maraknya orang-orang menggunakan sosial media online dengan membuka toko online yang menjual berbagai macam barang yang mulai dari pakaian hingga makanan, dibidang pendidikan. Maraknya penawaran jasa pendidikan keahlian secara online, contohnya saja bahasa inggris, web design, bisnis online dsb. Demikian lengkapnya fasilitas yang dimiliki internet menjadikan masyarakat lebih memilih berinteraksi di dunia maya, karena selain fasilitas yang lengkap kemudahan untuk meng-aksesnya dimana saja dan kapan saja. Kemudahan untuk dapat mengakses informasi dan berintegrasi serta berkomunikasi didunia maya melalui fasilitas dan aplikasi dalam teknologi internet, inilah menimbulkan cara pandang baru, gaya hidup baru, budaya baru, masyarakat baru yaitu masyarakat informasi.

Masyarakat informasi adalah dimana semua negara berusaha agar seluruh pedesaan, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga masyarakat, lembaga pemerintah dan lain-lain terhubung dalam satu jaringan, sehingga interaksi dalam berbagai aspek di seluruh dunia dapat dilakukan secara mudah dan cepat melalui TIK (ICT). Masyarakat yang berbasis informasi diarahkan untuk menjadi landasan menuju masyarakat berbasis ilmu pengetahuan (knowledge society) serta ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Untuk merealisasikan kesepakatan dalam WSIS dan upaya untuk mengurangi digital devide di Indonesia, pemerintah (Kementerian Kominfo) melaksanakan program pengembangan Community Acces Point (CAP) atau Pusat Informasi Masyarakat (PIM). Program pengembangan CAP ini merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan akses informasi dan komunikasi, khususnya internet di daerah-daerah yang belum memiliki akses informasi dan komunikasi, seperti masyarakat yang tinggal di pedesaan dalam rangka mewujudkan Masyarakat informasi.

Community Acces Point (CAP) adalah warung internet (warnet) plus, yang menyediakan layanan akses informasi dan komunikasi seperti layanan internet, telepon, faximile, penjualan benda-benda pos, rental komputer, pelatihan komputer, foto copy, radio komunitas, tempat pertemuan, dll. CAP dapat diartikan sebagai sebuah pusat ataupun titik dimana masyarakat atau komunitas yang berada di pedesaan dapat melakukan komunikasi serta mengakses informasi melalui sarana telekomunikasi dan informasi yang berada disatu tempat. CAP dapat dibentuk oleh perorangan, koperasi, UKM , sekolah, tempat ibadah, kelompok tani, kelompok pengerajin, kelompok industri rumah tangga, pesantren, LSM, perusahaan swasta, pemerintah daerah, organisasi komunitas dll.

CAP dapat merupakan sebagai wadah masyarakat informasi atau wadah komunitas dunia maya, yang terbentuk karena adanya penyedian fasilitas akses informasi atau komunikasi oleh pemerintah atau swasta. Pada hakekatnya masyarakat informasi adalah komunitas yang memanfaatkan kemajuan TIK, terutama teknologi media internet dengan memanfaatkan perkembangan dan keunggulan teknologi elektronika digital, sehingga dapat pula dikatakan bahwa masyarakat informasi adalah sebagai kelompok masyarakat atau komunitas pengguna teknologi elektronika digital atau disebut juga sebagai e-komunitas. Masyarakat Informasi yang dibentuk melalui fasilitas CAP disuatu daerah atau pedesaan, juga merupakan sebagai e-komunitas yaitu masyarakat pengguna teknologi elektronika digital, yang terbentuk berawal dari komunitas dunia nyata seperti masyarakat pengerajin, petani atau nelayan di suatu pedesaan.

Pada mulanya terbentuknya Komunitas Maya atau e-komunitas berawal dari saat seseorang atau sekelompok orang yang mencoba berkomunikasi melalui media e-mail. Salah satu tools dari internet adalah mailing list. Yaitu proses berkirim surat melalui 1(satu) account e-mail. Jika kita mempunyai kebutuhan untuk berkirim e-mail ke banyak orang, fasilitas mailing list pada sebuah server seperti pada situs yahoo.com dapat memfasilitasi dengan mudah yaitu dengan memasukkan nama sebuah e-mail yang ingin dikirim surat kedalam list atau daftar mailing list. Kepercayaan anggota komunitas secara psikologis pada mailing list atau discussion dalam mailing list yang dijadikan tempat referensi terpercaya atau tempat untuk mendapatkan informasi terpercaya, adalah karena kesamaan minat dan hobby atau kesamaan kebutuhan informasi. Namun terbentuknya komunitas mailing list ini berawal dari dunia maya bukan dari dunia nyata, tetapi mailing list juga dapat dibentuk oleh sekelompok orang yang sudah saling mengenal di dunia nyata, seperti group mailing list peneliti Badan Litbang SDM, Kementerian Kominfo.

Bila pada komunitas dunia nyata paling tidak orang-orang yang mengawali adanya komunitas itu harus bertemu, sedangkan dalam e-komunitas orang-orang tersebut tidak perlu bertatap muka secara langsung atau bahkan tidak perlu saling kenal terlebih dahulu. Yang dibutuhkan hanya kesamaan minat, bakat, keinginan dan alamat e-mail. Komunitas dunia nyata mengawali berdirinya dengan pertemuan antar pendiri terlebih dahulu. Namun pada e-komunitas lebih sering pertemuannya terjadi saat komunitas tersebut sudah berdiri dan memiliki anggota sehingga suasana menjadi lebih akrab satu sama lain.

Namun, kecenderungan masyarakat atau komunitas dunia maya yang menggunakan komunikasi virtual untuk berinteraksi dengan orang lain bukan tidak memiliki masalah, karena sifatnya yang personal dalam hal pengisian informasi data diri, sehingga memberikan kebebasan seseorang untuk memiliki identitas baru, identitas palsu, atau identitas ganda yang telah menjadi ciri khas dari masyarakat cyber, selain itu. Tingkat frekuensi interaksi masyarakat cyber yang lebih lama dibandingkan dengan komunikasi di dunia nyata, atau bisa dikatakan “kecanduan” sosial media. Dan yang terakhir adalah, komunitas virtual yang terbentuk dalam masyarakat cyber tidak sama dengan komunitas konvensional pada umumnya yang memerlukan ruang dan waktu, selain itu dalam komunitas konvensional memiliki struktur kepemimpinan, hukum dan aturan dan memiliki mekanisme untuk sosial, dalam komunitas virtual tidak memiliki aturan yang baku. Semua orang seakan-akan memiliki peran pemimpin, dan penilai dirinya sendiri.

Selain permasalahan diatas, kebebasan yang dijunjung oleh masyarakat cyber telah menghilangkan batas ruang publik dan ruang privat, emosi dan pendapat pribadi sangat dimungkinkan untuk disebarluaskan kepada khalayak. Dalam konteks luasnya penggunaan media online dapat menjadi alat propaganda hitam yang dapat mengguncang dunia, lihat saja yang terjadi di Negara-negara Timur Tengah yang rakyatnya menuntut demokrasi di Negara mereka, semua berawal dari penggalangan dukungan di dunia maya dan berlanjut dengan aksi besar. Masyarakat, media dan budaya akan selalu terhubung dan saling mempengaruhi, karena media dan budaya merupakan bagian dari masyarakat.

Komunitas virtual adalah sebuah jaringan sosial luas yang terhubung dengan internet dalam hal peningkatan konektivitas antar manusia. Dan sebagai bentuk interaksi dalam lingkungan virtual yang dimediasi oleh teknologi dari pada pertemuan tatap muka .(John Hartley : 2004 ). Individu dalam komunitas ini dapat mempunyai berbagai macam alternative identitas, kebebasan berubahnya dari satu indentitas ke identitas lain melintasi gender, usia, pakaian dan entitas. Komunitas virtual mengendalikan potensi emansipatorisnya, memungkinkan orang untuk menghindari perasangka, rasa takut dan reperesi yang dialami melalui IRL (in real life / dalam kehidupan sehari-hari) (John Hartley : 2004 ). Oleh karena itu, komunitas ini mencoba membangun sebauh persamaan persepsi yang sama tentang problematika demokrasi, yang dalam kehidupan nyata sehari-hari jauh dari makna normative demokrasi itu sendiri.

Cyberdemocracy menurut John Hartley adalah sebuah komunitas virtual yang memiliki aturan tersendiri, yang saling berinteraksi dan berpartisipasi terhadap isu demokrasi dalam ruang lingkup sendiri maupun dalam masyarakat luas (John Hartley : 2004 ). Cyberdemocracy sangat menekankan terhadap prinsip kebebasan mengakses dan bertukar informasi. Hal ini menandakan bahwa partisipasi aktif didalam ruang demokrasi dapat dilaksanakan secara bebas dan tanpa ada dominasi yang mengekang. Menganalogikan dengan konsep Marshall Mc Luhan bahwa teknologi itu sendiri merupakan alat perpanjangan inderawi manusia (The Exstension of Man), maka dapat dikatakan bahwa cyberdemocracy adalah perpanjangan dari demokrasi itu sendiri. Hal ini diyakini oleh Mark Poster bahwa bentuk baru demokrasi ini merupakan sesuatu hal yang lebih potensial dari bentuk demokrasi apapun juga yang kita bayangkan di masa sekarang ini. Karena bagi poster bahwa internet itu tidak dapat diragukan lagi eksistensi fungsi sosialnya dalam menciptakan bentuk baru, ketika cyberdemokrasi ini dijadikan sebagai ruang publik yang bebas tanpa dominasi dan pada saat yang bersamaan keberadaan bentuk demokrasi sekarang ini tidak mampu lagi memenuhi janjinya dalam hal kebebasan dan persamaan. (Mark Poster dalam David Porter : 1997).

Perkembangan pesat kemajuan teknologi media internet atau media online sangat berperan dalam membentuk lembaga-lembaga komunitas online, komunitas maya atau e-komunitas. Kelompok masyarakat atau komunitas maya dalam e-komunitas dapat diorganisir dalam berbagai bentuk kelompok masyarakat pengguna TIK. Di Indonesia ada bermacam-macam organisasi dunia maya atau lembaga sosial masyarakat dalam bentuk komunitas pada suatu jaringan media internet situs atau jejaringan sosial, kelompok masyarakat dan pengguna internet  tersebut terhubung dengan akses internet dalam suatu wadah pengguna media online/intrnet yaitu e-komunitas.

            Fasilitas teknologi Internet yang digunakan dan aktifitas e-komunitas dalam dunia maya diantaranya terdiri dalam kelompok :

  1. e-Komunitas dalam kelompok Situs jejaring sosial (social network) seperti Friendster, Facebook, Twitter, Plurk, koprol.com, Skype.com, LinkedIn, Myspace, Windows Live Spaces, Hi5, Flicker, Orkut, Flixter, netlog, Tencent QQ, dan Qzone, situs jejaring sosial dari Indonesia yaitu Salingsapa.com sebuah layanan jejaring sosial dan situs we bernuansa Islami.
  2. e-Komunitas dalam kelompok Jurnal berbasis web, yang merupakan komunitas blogger yaitu seperti Blogger.com atau Blogspot.com, WordPress.com, mybloglog.com, livejournal.com, typepad.com, sedangkan layanan komunitas blog Jurnal atau Citizen Journalism atau jurnalisme warga di Indonesia seperti blogdetik.com,  Kompasiana.com, dan dagdigdug.com
  3. e-Komunitas dari layanan gratis dari penyedia browser seperti  Opera.com, Mozila Firefox x, dan Google Crome.
  4. e-Komunitas dari layanan Video Internet seperti YouTube, Metacafe dan Google Video.
  5. e-Komunitas dari layanan Foto dan seni gambar seperti Flickr
  6. e-Komunitas dari layanan proyek ensiklopedia multibahasa dalam jaringan yang bebas  dan terbuka  para penggunanya berkoordinasi untuk menulis isi suatu situs, komunitas maya yang dimaksud yaitu Wikipedia, Wikia, Wikitravel  adalah sebuah wiki (koleksi dokumen hiperteks lainnya) yang dapat diubah oleh setiap orang, di Indonesia anggota komunitas mendaftar pada  Wikimedia Indonesia melalui info@wikimedia.or.id, Ada 183.703 artikel berbahasa Indonesia.
  7. e-Komunitas dalam kelompok pengguna fasilitas web, sebagai sarana blog untuk pemasaran, media promosi atau sebagai toko online seperti Multyply.com, Kaskus.com, kongkow.com dan Yahoo.com.
  8. e-Komunitas dalam kelompok mailing list yaitu komunitas untuk berkelompok menggunakan Yahoo.Group! dan Google Groups .
  9. e-Komunitas dalam kelompok newsgroup Sebuah grup berita bisa terdiri dari beberapa grup sesuai dengan minat masing-masing. Sebagai contoh, grup berita di fakultas ilmu komputerUniversitas Indonesia.
  10. e-Komunitas dalam kelompok bulletin board atau Bulletin Board System (BBS) atau Papan Pesan (bahasa Inggris: Message Board) di Indonesia seperti GameDev Indonesia: forum untuk para pembuat gem/permainan komputer Indonesia, WebGaul, KafeGaul, Ngobrol.com : forum tempat mengobrol tentang apa saja dan MyQuran: forum agama Islam, tempat menuntut ilmu-ilmu keislaman.
  11. e-Komunitas dalam kelompok chatting seperti chatt room, Yahoo Messenger, Windows Live Messenger, Google Talk, MSN Messenger  dll.
  12. e-Komunitas yang terbentuk karena Open Source seperti Komunitas Open Source, Komunitas Blackberry dan Komunitas Android.
  13. e-komunitas ada juga dalam kelompok Community Access Point (CAP) seperti yang disediakan oleh pemerintah, CAP, Warmasif, Warintek, Telecenter, Balai Informasi Masyarakat (BIM) dan PLIK, dalam bentuk mobile seperti M.CAP, dan M.PLIK, serta e-komunitas yang terbentuk dari jasa swasta seperti Warnet.
  14. e-komunitas berupa kelompok bisnis on-line, e-business, e-paymen, e-commerce, e-dagang.
  15. e-komunitas kelompok pembelajaran on-line seperti e-learning, e-library,
  16. e-komunitas berkembang berawal dari aktifitas kelompok dunia nyata seperti web-site lembaga/intitusi Negara/Pemerintah, web-site perusahaan swasta, web-site Asosiasi,  web-site sekolah, web-site Universitas, web-site LSM dan web-site milik komunitas.
  17. e-komunitas kelompok yang berkembang secara tersembunyi dan merahasiakan diri seperti Komunitas Hacker.

Berdasarkan uraian diatas, maka warga Jejaring Sosial atau jejaring komunitas virtual dapat juga disebut sebagai e-komunitas merupakan sebuah jaringan komunitas yang berkomunikasi dan berintegrasi melalui wadah media dunia maya on-line dengan memafaatkan internet. Tentu saja tidak seluruh isi internet bermanfaat, karena sifat internet yang cenderung bebas tanpa dikontrol atau dikuasai pihak manapun, maka orang harus pandai-pandai menggunakannya termasuk dalam membentuk dan bergabung dengan komunitas dunia maya dalam wadah jejaring e-komunitas.

Kata e-komunitas terdiri dari dua suku kata yaitu ‘e’ dan ‘komunitas. ‘e’ berarti electronic, dan ‘komunitas berarti sekelompok orang atau para pengguna internet dalam komunitas maya yang mempunyai minat dan hobby yang sama. Sehingga e-komunitas dapat dikatakan adalah sebuah kelompok atau komunitas yg terbentuk dan tergabung dari berbagai element masyarakat pengguna internet, yang biasanya memiliki minat dan hobby yang sama. Komunitas ini menyalurkan semua idea/pemikiran dan keinginan serta informasi yang berkaitan dengan  minat dan hobbinya tersebut melalui sebuah  media elektronik internet dalam sebuah dunia cyber atau dunia maya sehingga kelompok ini disebut sebagai  e-komunitas. Para pengguna internet dalam e-komunitas menyalurkan dan menyampaikan kesamaan minat dan keinginan untuk berkomunikasi dengan mengirim data dan informasi melalui media elektronik internet atau jaringan internet.

Perkembangan e-Komunitas di Indonesia.

1.  Komunitas e – mail : Sejak internet digunakan secara bebas dimasyarakat, e-mail merupakan sarana komunikasi yang paling populer di kalangan pengguna internet, hampir semua situs jejaring sosial atau blog, memerlukan e-mail untuk dapat mengaksesnya. Kata e-mail terdiri dari dua suku kata yaitu ‘e’ dan ‘mail’. ‘e’ berarti electronic, dan ‘mail’ berarti surat. Sehingga e-mail dapat dikatakan mengirim surat melalui media elektronik internet. Karena pada dasarnya e-mail sama dengan surat biasa yang harus melewati beberapa kantor pos sebelum sampai ke tujuannya.

e-mail juga juga memiliki kekuatan yang sangat hebat, karena satu orang dengan orang lainnya dianggap derajat yang sama. Dengan mengirim e-mail ini tera e-mail ini bear kemungkinannya lansung menuju orang yang dikirim, apalagi kalau kita mendapat e-mail pribadinya, tidak akan melewati sekretaris atau sortir terlebih dahulu.

Dalam hal ini e-mail termasuk jenis komunikasi asynchronous communication, artinya pengirim pesan dan penerima pesan tidak berada pada tempat dan waktu yang bersamaan. e-mail sendiri terdiri atas dua jenis e-mail yang didasarkan pada keperluan atau kepentingan interaksi yang diinginkan, yaitu e-mail person to person (poin to point) merupakan e-mail dari satu orang ke satu orang lainnya, serta e-mail dalam bentuk kelompok (point to multi point) merupakan e-mail dari satu orang ke sekelompok orang dan sebaliknya. Jenis yang kedua ini disebut juga sebagai e-mail groups (e-groups ) atau mailing list.

2.  Komunitas mailing list : forum komunitashoogroups.com yang dapat diakses di http://groups.yahoo.com/ dan Google  pada mesin http://groups.google.com/. Di Indonesia jasa diskusi mailing list gratis dilakukan oleh mesin http://groups.or.id/ yang diletakan di Internet Service Provider CBN. Diskusi dan interaksi antarmanusia dapat dilakukan melalui jaringan Internet. Salah satu media yang paling sederhana untuk melakukan diskusi adalah e-mail menggunakan jasa mailing list server yang dapat menampung ribuan orang dalam berdiskusi melalui e-mail sekaligus.

1)  Koperindo : e-Komunitas Koperasi Indonesia Online, Members: 980, Founded: Jan 21, 2002, Language: Indonesian groups.yahoo.com/group/koperindo/?v=1&t…ch…(http://tech.groups.yahoo.com/group/koperindo/?v=1&t=directory&ch=web&pub=groups&sec=dir&slk=138)

2)  Management Indonesia, http://groups.yahoo.com/group/management-l/, Members: 814, Founded: Aug 25, 1999, Language: IndonesiaTop of FormBottom of Form.

3)  http://groups.yahoo.com/group/MailingListPendidikanNetwork/, member 12.179, Category: Issues, Founded: Sep 16, 2001, Language: Indonesian, Group Pendidikan.Nework ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan Berita dan Informasi untuk administrator sekolah, para pendidik, pelajar dan para peminat lainnya.

4)  JAK-BB, Jakarta BlackBerry is a group discussion of BlackBerry related based in Jakarta. Subscribe Mailing List: jak-bb-subscribe@yahoogroups.com. Komunitas yang lahir pada tanggal 11 Agustus 2009 ini pertama kali dicetuskan oleh 16 orang yang akhirnya menjadi pendiri (founder) sekaligus pemilik (owner) dari komunitas yang diberi nama Jakarta BlackBerry (Jak-BB). Nama Jakarta BlackBerry dipilih karena para founder dan owner beranggapan bahwa Jakarta, selain merupakan Ibukota Negara, sekaligus juga sebagai sentra perkembangan teknologi. Sedangkan untuk kata Blackberry, dipergunakan untuk mewakili gadget yang mempertemukan para punggawa sampai terbentuknya komunitas ini hingga sekarang.

Meskipun demikian, Jakarta BlackBerry atau yang dikenal juga dengan Jak-BB, bukan saja diminati oleh anggota (member) yang berdomisili di Jakarta saja, namun diminati juga oleh anggota dari luar Jakarta. Hal ini terlihat dari anggota milisnya yang lebih banyak berdomisili di luar Jakarta. Milis Jak-BB sendiri terbentuk pada tanggal 24 Agustus 2009, tepatnya sekitar 2 minggu setelah dibentuknya komunitas ini. Saat ini milis yang baru berusia 2 tahun ini telah beranggotakan sekitar 600an anggota, yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk berkomunikasi di antara sesama anggota milis Jak-BB, selain melalui email grup jak-bb@yahoogroups.com, juga mempergunakan situs jejaring sosial seperti facebook dengan alamat akun Jakarta Blackberry dan juga Twitter dengan nama akun @JakBBNews.

5)  http://tech.groups.yahoo.com/group/kombb/, Komunitas BlackBerry hanya diperuntukkan bagi anda yang mau bertanya atau share pengalaman mengenai blackberry. Tidak diperkenankan untuk chat OOT (Out of Topic). Mari kita berbagi ilmu mengenai BlackBerry. Members: 2379, Founded: Jan 7, 2009, Language: English, Category:  RIM Blackberry( sumber : http://tech.groups.yahoo.com/group/kombb/).

6)  http://groups.yahoo.com/group/id-blackberry-sby/. Members: 494, id-blackberry-sby, Komunitas Pengguna Blackberry di wilayah Kota Surabaya dan  sekitarnya. “Kami akan berupaya untuk berperan aktif menjadi ‘agent of informasi’ dan berpartisipasi secara aktif dalam program-program yang dicanangkan oleh pemerintah kota Surabaya,” ujar Ricky Antonio, salah satu pendiri komunitas ini, Sabtu (28/2/2009). Komunitas (milis) dunia maya pengguna blackberry ini pertama kali berdiri tanggal 25 Februari 2008 di Surabaya oleh Ricky Antonio dan Achmad Yuniari Heryana. (sumber : http://surabaya.detik.com/read/2009/02/28/170021/1092110/466/ultah-pertama-komunitas-blackberry-surabaya-gelar-syukuran)

7)  http://groups.yahoo.com/group/facebook_indonesia/, members 75 orang, Milis pengguna Facebook (sosial networking website) di Indonesia. Milis ini dibuat untuk mempertemukan para pengguna Facebook di indonesia, penggemar berat Facebook untuk saling bertukar cerita, tips, trik, mengajak berteman dan mempromosikan diri untuk mengunjungi halaman Facebooknya.

8)  WarNet juga dapat digunakan sebagai fasilitas masyarakat untuk bisnis kecil. http://tech.groups.yahoo.com/group/WarungInternet/, Members: 221, Founded: Jan 8, 2006, Language: Indonesian. Networking (jaringan manusia), ada kesempatan untuk berkerja bersama lingkungan yang jauh lebih luas.

9)  http://groups.yahoo.com/group/baliblogger/, Komunitas Blogger Bali.

3.  Komunitas Chatting dan Chatroom: Chatting merupakan salah satu fasilitas yang diberikan internet, dimana kita dapat berkomunikasi secara interaktif dengan satu orang atau lebih secara on-line. Dalam hal ini chatting termasuk jenis komunikasi synchronous communication, artinya komunikasi melalui internet dengan interaksi yang bersamaan waktunya. Chatting dan Chatroom dapat menjadi salah satu wadah keberadaan virtual community(e-komunitas), chatting berfungsi sebagai sarana komunikasi interpersonal (privat chat), sedangkan chatroom berfungsi sebagai sarana komunikasi kelompok atau e-komunitas. Fasilitas Chatting dan Chatroom adalah seperti IRC(Internet Relay Chat) dengan menjalankan mIRC sebuah program IRC untuk Windows, Fasilitas Chatting dan Chatroom ada juga di sediakan Yahoo.com (Yahoo Messengger), Google.com (Google Talk), , MSN Messengger dll. Fasilitas Chating termasuk juga ada di situs jejaring sosial Facebook dan Twitter dll.

4.  Komunitas Video Internet Teleconference : Dengan adanya aplikasi teleconference, internet juga dapat hadir secara real time audio visual seperti pada metode konvensional : Fasilitas komunikasi disediakan situs  Skype.com dan Camfrog.com. Skype adalah sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P (peer to peer). Program ini merupakan program bebas (dapat diunduh gratis) dan dibuat dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis. Selain untuk panggilan, Skype juga dapat digunakan untuk chatting, kirim SMS, Conference, Sent File, Voicemail hingga Call Forward.

Sedangkan Camfrog.com adalah Free Video Chat Rooms & Live Webcams! dll, yang dapat digunakan oleh netter untuk melakukan komunikasi secara audio visual, Skype cukup terkenal dengan adanya kasus Nasaruddin, adalah Iwan Piliang dari Press Talk yng menawarkan Nasaruddin untuk berwawancara melalui teknologi dari Skype yang ditampilkan melalui siaran lansung Metro TV.

Fasilitas Video Internet ada juga Situs web jejaring sosial SalingSapa.com memiliki fasilitas Live Streaming dan Video on Demand untuk berkomunikasi lansung dengan komunitasnya.

5.  Komunitas Blogger : Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari [para blogger] berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.

Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab  sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.com  pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Media Blog gratis lainnya adalah WordPress. WordPress ialah platform penerbitan pribadi yang semantik, yang berfokus pada estetika, standar web, dan kegunaan. Sius ini merupakan situs layanan blog yang mengunakan mesin WordPress. Dengan mendaftar pada situs WordPress.com, pengguna tidak perlu melakukan instalasi atau konfigurasi yang yang cukup sulit untuk membuat blog.

WordPress bersifat gratis, namun di sisi lain juga tak ternilai harganya. WordPress merupakan sebuah blog atau sebuah situs web yang cantik. Piranti lunak inti WordPress dikembangkan oleh ratusan sukarelawan. Banyak kegunaan yang didapatkan pada WordPress, ada ribuan plugin dan tema yang tersedia untuk mengubah tampilan situs blog. Lebih dari 25 juta orang memilih WordPress sebagai “rumah”-nya di jaringan internet . WordPress.

Satu blog WordPress dapat digunakan untuk banyak penguna (multiuser). Sehingga WordPress juga sering digunakan untuk blog komunitas. Anggota komunitas tersebut dapat berperan sebagai kontributor.

Pemerintah melalui perwakilannya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Muhammad Nuh, mengapresiasikan dunia blogging ditanah air dan menetapkan bahwa tanggal 27 Oktober 2007 merupakan tonggak lahirnya komunitas blogger di Indonesia dan akan di peringati setiap tahunnya sebagai “Hari Blogger Nasional”. Komunitas Blogger Indonesia diantaranya :

1)  Indonesia Blogger Community, Komunitas Blogger Indonesia. Tempat buat para Blogger Indonesia untuk sharing cara ngeblog dan cara nyari duit melalui blog (Indonesia Blogger Community), Members (21,400 Peoples), (http://indonesia-blogger.com/).

2)  Indo Blogger, Komunitas Blogger Indonesia, Total members 2.896 (http://www.indoblogger.or.id/).

3)  Indonesia Blogger | Mania | Tips Trik | Blogger Community, Members: 25086 orang, (http://id-blogger.com/)

4)  Ayo ngeBlog!. (http://www.ayongeblog.com/about/), Blogger Indonesia sudah melewati angka 1 juta blogger, seperti target awal Ayo ngeBlog!, Oleh karena itu, Ayo ngeBlog! ini ada untuk bilang ke masyarakat Indonesia, “eh, ngeBlog yuk, soalnya ngeBlog itu asik banget, bermanfaat bagi kita dan orang lain, bahkan bisa mencerdaskan bangsa kita lho!”. Ayo ngeBlog! ini ada untuk memotivasi masyarakat Indonesia supaya bersegera menjadi blogger, apapun profesinya

5)  Blog Blogor Komunitas Blogger Bogor, Jumlah Members: 853 (http://blogor.org/), yang beralamat di http://www.blogor.org mulai online tanggal 1 September 2008. Blog ini diharapkan bisa menjadi ajang silaturahmi, komunikasi dan penyebaran informasi sesama barudak Blogor.

6)  Komunitas Blogger Bekasi : Jumlah anggota : 1653 blogger: (http://bloggerbekasi.com/)

7)  dblogger (komunitas blog detik), http://dblogger.blogdetik.com/

8)  WordPressIndonesia Link Directory, WordPress Indonesia Link Directory merupakan portal gratis pertukaran Link dan artikel Directory baik menggunakan wordpress maupun blog atau website lainnya. Submit link atau artikel anda dan buat trafik yang berkualitas ke website anda. http://www.wordpressindonesia.com/

9)  WordPress community support forums, http://id.forums.wordpress.com/

10)  deBlogger, Komunitas blogger depok, membeli domain deblogger.org sebagai portal komunitas pada tanggal 3 Maret 2009, Grand Launching deBlogger pada tanggal 31 Mei 2009 di Margo City, Depok yang menghadirkan lebih dari 120 blogger Depok, http://deblogger.org/

11)  Komunitas Blogger Indonesia, (Sumber : http://www.indoblogger.or.id/), Total members 2877,

12)  Id-Blogger.Com, Members: 24990, Kami memberikan kesempatan kepada para pemilik blog Indonesia untuk ditampilkan blognya di web id-blogger.com dalam bentuk review. Review blog anda akan dibaca oleh pengunjung id-blogger dan mendapatkan backlink dari id-blogger tidak dipungut biaya alias gratis. (http://id-blogger.com/)

13)  Komunitas pengguna WordPress Indonesia (WP Indonesia), (http://wpindonesia.net/)

14)  Komunitas Blogger Maros, (http://bloggermaros.com/)

15)  Komunitas Blogger Jogja, (http://bloggerjogja.org/)

16)  Komunitas Blogger Madura, (http://gokbm.org/)

17)  Komunitas Blogger Pekanbaru, (http://www.bertuah.org/)

18)  Komunitas Blogger Benteng Cisadane Tangerang, (blogerbenteng.com/)

19)  Komunitas Bandung Kota Blogger, (http://batagor.net/)

20)  Komunitas Blogger Sumatera Barat, (palanta.org/)

21)  Komunitas Blogger Warok Ponorogo, (blog.kotareyog.com/)

22)  Komunitas Blogger Kalimantan, (kayuhbaimbai.org/)

23)  Komunitas Blogger Ngawi, (kotangawi.com/)

24)  Komunitas Blogger Indramayu, (wiralodra.com/)

25)  Komunitas Blogger Lampung, (http://www.seruit.com/)

26)  Komunitas Blogger Cikarang, (bloggercikarang.com/)

27)  Komunitas Blogger Karawang, (http://www.bloggerkarawang.net/)

28)  Komunitas Blogger Pelajar, (bloggerpelajar.net/)

29)  Komunitas Blogger Go Minang, Go (go-ranahminang.blogspot.com/)

30)  Komunitas Blogger Indonesia, (http://www.bloggerindonesia.net/)

31)  Komunitas Blogger Sulawesi Utara, (http://www.kawanuablogger.com/)

32)  Komunitas Blogger dagdigdug, (http://dagdigdug.com/)

33)  Komunitas Blogger Palu | Uvebana, (uvebana.com/komunitas-blogger-palu/)

34)  Komunitas Blogger Muslim Blog, (http://www.muslimblog.net/)

35)  Komunitas Blogger Rembang, (www.rembang.org/)

36)  Komunitas Blogger Kalteng, (forumborneo.net/komunitas-blogger-kalteng/)

37)  Arumbai Blogger, Portal Resmi Komunitas Blogger Maluku, (http://arumbai.org/, blogger pendukung gerakan internet sehat).

38)  Wongkito, Komunitas Blogger Palembang, (http://wongkito.net/)

39)  Bloggersumut (http://bloggersumut.net/), anggota 400.orang.

40)  Komunitas Blogger en Netter Pontianak (BELETER), Tanggal Berdiri : 15 Februari 2010,  Komunitas Pengguna Internet Pontianak, (http://beleter.org/)

41)  Ambon bergerak dari timur Indonesia katong bergerak, (http://www.ambonbergerak.com/),

42)  angingmammiri.org, tempat berkumpunya blooger Makasar,  (http://angingmammiri.org/).

43)  plat-m, nak kanak blogger Madura,  Eyatoreh gabung asareng Plat-M. Berdiri Rabu, 23 Desember 2009 (http://plat-m.com/)

44)  Bali Blogger Community, Mai Nge Blog Pang Sing Belog, (http://baliblogger.org/),

45)  tugupahlawan, komunitas blogger Surabaya, http://tugupahlawan.com/

46)  angkringan Jogya, Angkringan.Or.Id merupakan proyek restorasi dari komunitas yang terdahulu yang bernama Angkringan.Warnadunia.Net dan sempat hidup sekitar tahun 2003, http://angkringan.or.id/

47)  Jogloabang Community, Pusat Informasi Pedesaan Indonesia, Jogloabang menjadi sebuah nama venue untuk berkumpul dan sharing atas banyak idea yang ada di masyarakat, di antara dua dusun Gombang dan Gombang Asem Jogyakarta. Jogloabang berdiri sejak tahun 2008, http://jogloabang.com/

48)  bengawan.org, komunitas Bengawan Solo,  http://bengawan.org/

49)  Komunitas Blogger Malang (Ngalam), Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang (Ngalam) Raya, Blogger Ngalam diresmikan pada tanggal 29 Desember 2007 di Kampus STIE Malangkucecwara Malang, http://bloggerngalam.com/, Statistik Blogger Ngalam (19/01/2012): Fans Facebook: 912, Follower Twitter: 1.770, Member Milis (Google Group): 394

50)  loenpia.net, Komunitas blogger Semarang, Loenpia dot net adalah wadah bagi para blogger Semarang dan sekitarnya, yang berdiri pada 15 Oktober 2005, http://loenpia.net/blog/.

51)  commonroom, Komunitas blogger Bandung, Common Room juga menjadi wadah terbuka bagi aktifitas eksperimentasi, eksplorasi dan inkubasi untuk mendorong terjadinya proses penciptaan dan inovasi.http://commonroom.info/

52)  Obrolan Langsat atau disingkat Obsat adalah tempat berbagi informasi atau forum diskusi pelbagai topik yang terbuka terhadap usulan banyak pihak. Obsat digagas pertama kali oleh sejumlah narablog dan penggiat internet yang sering bertemu di Rumah Langsat, http://obrolanlangsat.com/

53)  akademiberbagi, Komunitas blogger Jakarta, Akademi Berbagi telah berhasil menerima beberapa penghargaan, diantaranya: The Most Inspiring Social MovementKlik Hati Award dan juga The New Alternative – Editor’s Choice dari Majalah Rolling Stone Indonesia serta masih banyak lagi lainnya. http://akademiberbagi.org/

54)  idblognetwork.com, Jaringan high quality blogs (No SARA + No Adult content) yang memiliki traffic tinggi, konten orisinal dan memiliki passion dalam dunia blogging serta membuka kesempatan yang luas bagi advertiser/brand untuk langsung “menyentuh” target konsumen mereka. Komunitas Blogger kami 8,672 blog, http://idblognetwork.com/

55)  Blog Komunitas Perbankan, (http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2010/10/31/pengertian-e-bussiness/)

6.  Komunitas  Facebook : Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Inc. Pada Januari 2011, Facebook memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif. Pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tertentu, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, atau karakteristik lainnya.

      Jumlah pengguna Facebook Indonesia 43,06 juta peringkat 3 dunia setelah Amerika Serikat dengan total pengguna Facebook mencapai 155,7 juta dan India pengguna Facebook mencapai 43,49 juta. Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh administrasi universitas di AS dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini. (http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook).

Kegiatas komunitas Facebook di Indonesia  diantaranya :

  1. Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad R, anggota 1.298.482 Facebooker.
  2. Dukung Kembali Prita Mulyasari Untuk Mendapatkan Keadilan, anggota 3229 orang Facebooker.
  3. Gerakan dukung Briptu Norman Kamaru, anggota 83.646 orang Facebooker.
  4. Dukung Pulau Komodo menjadi 7 Keajaiban Dunia, anggota 1.373.454 orang Facebooker
  5. Dukung Susno Duaji Untuk Kebenaran, Anggota 314.815 orang Facebooker
  6. Dukung Indonesia menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022,  Anggota 250.267 orang Facebooker
  7. Dukung Irfan Bachdim tetap di Timnas Indonesia, Anggota 70.966 orang Facebooker.
  8. Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia, Anggota 297.858 orang Facebooker (http://www.facebook.com/pengusahamuslim)
  9. WARMASIF (Warung Masyarakat Informasi), Anggota 101 orang Facebooker (http://www.facebook.com/group.php?gid=50110481614)
  10. Android Indonesia Community, anggota 281 0rang Facebooker (http://www.facebook.com/#!/groups/252036928139906/)
  11. Komunitas Blogger Indonesia, Anggota 3635 Facebooker (http://www.facebook.com/#!/groups/k.blogger.indonesia/)
  12. Komunitas Persahabatan Klik Indonesia, Anggota 10.803 Facebooker (Http://Www.Facebook.Com/#!/Group.Php?Gid=140526232573
  13. Indonesia Facebook Comunity, Anggota 6904 Facebooker  (http://www.facebook.com/group.php?gid=81716444057).
  14. Komunitas Ubuntu Indonesia (by: Ubuntu-ID.org), Anggota 27.878 Facebooker, http://www.facebook.com/ubuntu.indonesia?v=app_2373072738
  15. KAJI (Komunitas Alumni Jepang di Indonesia), Anggota 1636 Facebooker (http://www.facebook.com/KAJIers?v=wall)
  16. K.O.S Komunitas Online Shop Indonesia, Anggota 15.714 Facebooker http://www.facebook.com/KomOnShop)
  17. Komunitas Pengusaha-Pengusaha Indonesia (Kopindo), Anggota 4828 Facebooker, yang di buat sejak akhir tahun 2009 dan group ini di buat khusus untuk merangkul sejuta pengusaha dari 628 kota indonesia, untuk berkumpul dan bebas saling berbagi pesan-pesan usaha, dengan harapan pengusaha yang bergabung bersama akan memetik manfaat untuk meningkatkan usahanya masing-masing , (http://www.facebook.com/search/results.php?q=Komunitas%20Facebook%20Indonesia&init=quick&tas=0.05524474630996967&search_first_focus=1328671986462#!/group.php?gid=260663179756(
  18. Komunitas Pengguna Facebook Indonesia, Anggota 569 Facebooker (http://www.facebook.com/search/results.php?q=Komunitas%20Facebook%20Indonesia&init=quick&tas=0.05524474630996967&search_first_focus=1328671986462#!/pages/Komunitas-Pengguna-Facebook-Indonesia/122770271093316)
  19. Internet Sehat on Facebook, http://www.facebook.com/netsehat, anggota 46,747.

7.  Komunitas Twitter : Twitter dalam Bahasa Inggris artinya berkicau, Twitter adalah Miniatur Blog (Mikro Blogging), Twitter adalah sebuah Social Messaging. Konsep yang diusung oleh Twitter adalah menyebarkan informasi pesan secara singkat, padat dan real time di dalam kalimat kurang dari 140 karakter kepada pembacanya diseluruh dunia. Pengguna Twitter dapat menyebarkan informasi pesan singkat melalui beberapa cara, bisa melalui situs Twitter sendiri, melalui SMS, atau melalui aplikasi Twitter lainnya seperti Twirl, Snitter, atau Twitterfox yang merupakan aplikasi tambahan untuk browser Firefox.

Komunitas Twitter yang ditemukan dalam bowsing internet diantaranya Mengutip sumber Semiocast.com dan AworldofTweet.com pada Februari 2012, jumlah pengguna Twitter di Indonesia sebesar 19,5 juta orang. Jumlah tersebut menempati posisi kelima dunia setelah Amerika Serikat (sekitar 107 juta pengguna), Brasil (sekitar 33 juta pengguna), Jepang (29 juta pengguna), dan Inggris (24 juta pengguna). Di bawah Indonesia, India dengan 13 juta pengguna, Meksiko 11 juta pengguna, Filipina 8 juta pengguna, Spanyol 8 juta pengguna, dan Kanada 7 juta pengguna.:

8.  Mastel (Masyarakat Telekomunikasi Indonesia) : MASTEL pada awalnya didirikan sebagai Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (MASTEL) pada tanggal 01 Desember 1993, sebagai wadah berkumpulnya seluruh potensi di bidang telekomunikasi yang terdapat di dalam masyarakat, yang terkait dengan lingkungan strategis yang selalu berubah, untuk memformulasikan gagasan-gagasan menjadi realita, serta melakukan beragam kegiatan lain dalam rangka mempromosikan dan mengembangkan telekomunikasi Indonesia yang handal dan merata.

MASTEL adalah suatu lembaga nirlaba yang merupakan wadah bagi seluruh pelaku usaha dalam bidang telekomunikasi dan multi media, industri / pabrikan, asosiasi, professional , para pengamat dan peminat dalam bidang telematika, yang juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan dan mempertemukan seluruh kepentingan antara pemerintah dan para pelaku usaha serta para peminat di bidang telematika (telekomunikasi dan informatika). MASTEL saat ini didukung oleh lebih kurang 21 asosiasi bidang telematika, memiliki 141 anggota perusahaan, lebih kurang 239 anggota perseorangan profesional dan akademisi, 25 anggota organisasi nirlaba dan 14 orang anggota khusus/kehormatan MASTEL.

       Anggota Asosiasi dalam Mastel yaitu : APWI  (Asosiasi Pengusaha Wartel Indonesia), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), P2TEL (Persatuan Pensiunan Telkom), AIETI (Asosiasi Industri Elektronika Telekomunikasi Industri), PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional), APNATEL (Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi), ASPILUKI(Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia), APW KOMITEL (Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika), APMI (Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia), APJT3I (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Tetap Tertutup Indonesia), HATPI (Himpunan Ahli Teknologi Penyiaran Indonesia), AEBI (Asosiasi Enjiner Broadcast Indonesia), ASKITEL ( Asosiasi Kliring Interkoneksi Telekomunikasi), ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia), IMOCA (Indonesia Mobile and Online Content), APITI (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Teleponi Indonesia), ASSI (Asosiasi Satelit Seluruh Indonesia)AWARI ( Asosiasi Warung Internet Indonesia), APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), APKABEL (Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia), FTII (Federasi Teknologi Informasi Indonesia), ID-WiBB (Indonesia Wireless Broadband),

9.  Komunitas SalingSapa.com : Situs jejaring sosial buatan orang Indonesia, situs web bernuansa Islami, resmi diluncurkan di Bandung pada 1 Muharam 1431 H, atau tanggal 18 Desember 2010 pada kalender Masehi oleh  Muhammad Yahya Harlan, seorang siswa sekolah menengah pertama, kini telah memiliki sekitar lebih dari 200.000 member yang tersebar di 52 negara. Ada Fasilitas Live Streaming dan Video on Demand dari SalingSapa.com, SalingSapa.com juga akan membangun ‘ sekolah virtual ‘ semacam sarana ‘distance learning’ , dimana proses belajar jarak jauh bisa berlangsung dengan mudah, menarik, dan tidak berbiaya besar. SalingSapa.com untuk pertama kali memfasilitasi siaran langsung sebuah Talk Show yang diadakan di Rektorat Kampus UNPAD Bandung. Alhamdulillah ketika itu sekitar 60.000 ribu orang menyaksikannya melalui internet, sekalipun yang hadir langsung Cuma sekitar 500 orang (http://www.salingsapa.com/about).

10.  Komunitas Web : komunitas yang terbentuk dari layanan gratis web seperti  Wiki, Opera.com, Multyply.com, Kaskus.com dan Salingsapa.com.yahoo.com, Google.com, Kompasiana.com. Vivanews.com, blogdetik.com dll. Komunitas Web di Indonesia diantaranya :

  • Viva forum : http://forum.vivanews.com
  • Komunitas Kompasiana sharing and Connecting : Komunitas para penulis blog, komunitas Citizen Journalism atau jurnalisme warga di Indonesia, para aktifis, baik itu aktifis politik, kemasyarakataan dan bahkan ada juga yang berprofesi
  • Komunitas Wiki : Wikipedia ensiklopedia bebas yang dapat disunting siapapun.
  • DotSemarang, Komunitas blogdetik semarang, komunitas d’blogger Semarang resmi berdiri pada tanggal 3/3/10,  http://dotsemarang.blogdetik.com/
  • BLOGVAGANZA, Komunitas Blogger Detik di Bandung, http://bandungblogvaganza.blogdetik.com/
  • Wiki Media Indonesia, Wikimedia Indonesia bersandar terutama atas dukungan individual. Anda dapat berpartisipasi membantu Wikimedia Indonesia menjalankan misinya dengan menyumbang dana maupun tenaga. http://wikimedia.or.id/wiki/Halaman_Utama
  • Kaskus.com, The Larges Indonesian Community,  Total Members: 4.017.599, Total Posts: 534.239.626, http://www.kaskus.us/
  • BLOGdetik, http://blogdetik.com/

11.  Komunitas Open Source Software (Perangkat Lunak Sumber Terbuka) : Weissman (2003) yang mendefinisikan Open Source Software (OSS) sebagai software yang source code-nya tersedia bagi publik atau sifatnya terbuka. OSS biasanya dikembangkan oleh programmer-programmer pada sebuah online community dari seluruh dunia. OSS berbeda dengan proprietary software yang tidak dimiliki oleh siapapun, tidak memerlukan biaya untuk menggunakannya, dan dapat didistribusikan ulang kepada siapapun. Open Source merupakan gabungan dari kata Open yang berarti terbuka, Source yang berarti Kode/Sumber dan Software berarti perangkat lunak. Jadi, Open Source Software merupakan suatu istilah untuk perangkat lunak yang memberikan kebebasan kode programnya untuk dilihat, diketahui sistem kerjanya, dan dimodifikasi oleh orang lain. Komunitas Open Source Software di Indonesia diantaranya :

  • Komunitas Ubuntu Indonesia (by: Ubuntu-ID.org), Anggota 27.878 Facebooker.
  • Komunitas Indonesia Go Open Source (IGOS) : IGOS adalah suatu nama perangkat lunak Open Source yang dikembangakan di Indonesia serta suatu program merumuskan kebijakan Indonesia Go Open Source (IGOS) : IGOS merupakan implementasi OSS di lembaga pemerintah.
  • Komunitas fossid, Open Source Software Untuk Semua,  Community (263 members), http://www.foss-id.web.id/?fbconnect_action=community
  • Komunitas sumber terbuka (open source) Android
  • Komunitas Pengguna BlankOn adalah sekumpulan orang pengguna distribusi Linux BlankOn
  • Komunitas Open Source lainnya : komunitas pengguna Garuda OS, blankon, debian, distro, linux, lucid, ombilin, ramadhan syawal dan Kubuntu dll

12.  Komunitas e-UKM :  UKM adalah salah satu sektor ekonomi yang sangat diperhitungkan di Indonesia karena kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. e-UKM dapat dibentuk terutama di daerah yang tersedia layanan dan fasilitas CAP, Hal tersebut dapat dilihat dari perannya dalam pertumbuhan ekonomi nasional, produk domestik bruto (PDB) yang diciptakan, nilai tambah nasional, serta penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, dalam era ekonomi global saat ini, UKM dituntut untuk melakukan perubahan guna meningkatkan daya saingnya. Salah satu faktor penting yang akan menentukan daya saing UKM adalah teknologi informasi (TI). Penggunaan TI dapat meningkatkan transformasi bisnis melalui kecepatan, ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi dalam jumlah yang besar (UNDP, 2007).

13.  Komunitas Akses Point (Community Acces Point/CAP) :  Community Access Point adalah sebuah pusat ataupun titik dimanamasyarakat yang berada di suatu wilayah dapat melakukan komunikasi serta mengakses informasi, melalui komputer, Internet, dan teknologi digital lainnya dengan memanfaatkan fasilitas sarana telekomunikasi dan informasi yang berada di satu tempat, yang memungkinkan mereka dapat mengumpulkan informasi, berintegrasi, belajar, dan berkomunikasi dengan orang lain sementara mereka dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuannya di bidang TIK/digital. Kemajuan teknologi informasi memberikan peluang bagi dunia bisnis dengan penciptaan bisnis yang bersifat elektronik. Kebutuhan akan IT di masyarakat dapat diakomodir dengan adanya Community Access Point. Karakteristik khas dari CAP adalah adanya sebuah ruangan fisik yang mempunyai akses ke sarana teknologi informasi dan komunikasi.

       Melalui CAP, diharapkan dapat diperoleh pengetahuan dan peluanguntuk meningkatkan usaha, dapat diperoleh pengetahuan untuk meningkatkankualitas kesehatan, serta dapat diperoleh informasi bagaimana melakukanpengolahan bahan-bahan makanan yang lebih baik dan bergizi. Peluang untukmemperoleh informasi ini memberi dampak tidak langsung, yaitu bahwa secarabertahap akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin, sehingga tingkat kemiskinan masyarakat dapat berkurang. Layanan CAP dan Komunitas CAP di Indonesia antara lain adalah :

1)     Community Acces Point (CAP) : Dengan dibangunnya CAP di seluruh Indonesia, diharapkan secara perlahan kesenjangan informasi antara daerah kota dan pedesaan dapat diatasi,sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh informasi yang sama secara tepat waktu dan akurat.

Dengan demikian, seluruh masyarakat Indonesia diharapkan mempunyai peluang untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang sama, mempunyai peluang untuk memperoleh informasi yang sama dalam rangka meningkatkan usahanya, dan mempunyai peluang yang sama untuk meningkatkan kualitas hidupnya tanpa terhalang oleh jarak dan waktu, maupun terhalang oleh pihak lain. Web-site CAP Kominfo adalah http://capweb.syridink.com/. Beberapa Lokasi CAP di Indonesia yang diakses dari web-site CAP :

2)     Warintek (Warung Informasi Teknologi) : Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan dasar terwujudnya program Warintek.  Program Warintek pada tahun anggaran 2000 diambil alih oleh Kementerian RISTEK dari LIPI, Tahun 2000 terdapat 1141 Warinteg di 26 Provinsi. Agar informasi IPTEK dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat luas, IPTEKDA-LIPI II 1998-1999 menguji coba program WARINTEK (Warung Informasi Teknologi).

Program ini dikelola oleh PDII-LIPI, yang mencoba bahwa informasi IPTEK juga dapat merupakan suatu komoditi ekonomi, dan sekaligus mencerdaskan pemakai dan pengelola. Program WARINTEK telah dicoba oleh IPTEKDA-LIPI dan nampaknya memberikan titik terang keberhasilannya. Program WARINTEK adalah upaya pemberdayaan unit-unit dokumentasi, informasi, perpustakaan yang dikemas dalam suatu ‘paket lengkap’ berupa peningkatan teknologi informasi, kemudahan akses informasi IPTEK, peningkatan sumberdaya manusia dan membina sumberdaya informasi lokal termasuk akses terhadap modal pembiayaan. Pemberdayaan ini dimaksudkan dapat berdampak pada pengembangan ekonomi daerah melalui IKM dan UKM.

Jumlah daftar penerima insentif Warintek di Indonesia tahun 2001 – 2004 total 84 yaitu : 3 NAD, 1 Sumut, 2 Sumbar, 2 Riau, 1 Bengkulu, 1 Jambi, 1 Sumsel, 2 Lampung, 2 Banten, 6 DKI, 17 Jabar, 7 Jateng, 5 Jogya, 8 Jatim, 2 Kalbar, 2 kalsel, 1 Kaltim, 1 Kalteng, 2 Sultra, 1 Sulsel, 1 Gorontalo, 2 bali, 2 NTB, 5 NTT, 2 Maluku, 1 Maluku Utara, 3 Papua.

Beberapa Web-site Warintek yang masih aktif diantaranya : Warintek Bantul, Berlokasi di Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul tepatnya di Jl. Jendral Sudirman No. 1 Bantul dengan nomor telepon 0274-367987. Warintek Bantul secara resmi dibuka pada tanggal 17 September 2004. (http://warintek.bantulkab.go.id/web.php?mod=warintek), Dibangun dan dikelola oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik Pemerintah Kabupaten Bantul.

Warintek Kementerian Ristek, IPTEKnet, Sentra Informasi IPTEK (http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=3&doc=3b7).

Warinteg Kabupaten Sleman, Dikelola Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (http://warintek.slemankab.go.id/?).

3)     Warmasif (Warung Masyarakat Informasi) : Saat ini WARMASIF hadir di 78 lokasi Kantorpos di seluruh Indonesia.Bentuk WARMASIF adalah semacam warrung internet dengan 3 aplikasi utama : e-UKM,e-Kesehatan dan e-Perpustakaan. CAP Model in Indonesia, Kementerian Kominfo, Warmasif 2.0 Visi Mempercepat transformasi menuju masyarakat Informasi Misi Menciptakan Trust dalam mengakses Informasi Menumbuhkan minat mengakses informasi Menumbuhkan Keunggulan lokal (UKM, Pendidikan, dll). 78 Warmasif (eksisting), 222 CAP-CAP dari Gpoba (on process),  4325 CAP dari BTIP (program 2010), 36.000 CAP dari BTIP (program 2011).

Pembangunan Warmasif pada tahun 2005 sebanyak 3 lokasi  yaitu Semarang, Palembang dan Serang, Tahun 2006 : dibangun 10 lokasi yaitu Medan, Tanggamus, Pekalongan, Singkawang, Ambon, Palangkaraya, Makasar, Manado, Kupang dan Jayapura, Tahun 2007 : dibangun di 50 lokasi yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, Perbaungan, Kabanjahe, Balige, Padang, Bukitinggi, Pasaman Barat, Pekanbaru, Dumai, Tanjung Pinang, Batam, Jambi, Muara Bulian, Bengkulu, Curup, Kayu Agung, Sekayu, Pangkal Pinang, Sungai Liat, Metro, Bandar Lampung, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Bekasi, Kuningan, Karawang, Purwakarta, Bandung, Tasikmalaya, Garut, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Blitar, Kediri, Denpasar, Mataram, Sumbawa Besar, Pontianak, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Tanjung Redep, Gorontalo, Kendari, Palu, Ternate, Biak, Merauke. Tahun 2008  sebanyak 15 (lima belas) lokasi yaitu Parapat, Payakumbuh, Sorong, Cilegon, Rangkasbitung, Cirebon, Sumedang, Cilengkang, Jepara, Solo, Purwokerto, Cilacap,Mojokerto, Ende dan Kotamubagu.

Web-site Warmasif yang masif dapat diakses yaitu : Komunitas UKM Kabupaten Bandung Kecamatan Cilengkrang (http://www.warmasif.com/).

4)     Telecenter atau Multipuprose Telecenter : Telecenter adalah Balai Informasi yang Berbasis Internet. Telecenter merupakan program dari Bapapennas yang kerjasama dengan UNDP, mereka membuat proyek percobaan yaitu menempatkan internet di pedesaan, untuk mengatasi kesenjangan informasi antara perkotaan dan pedesaan.

Telecenter atau multipupose community telecenter adalah suatu tempat/fasilitas yang dilengkapi dengan teknologi informasi dan komunikasi, yang umumnya digunakan untuk pemberdayaan komunitas masyarakat; Tujuan, jenis, model manajemen/bisnis, kelembagaan dan aspek penting lainnya beragam. Dalam kerangka strategi e-development ini, nama generik tempat/fasilitas tersebut disebut telecenter atau multipupose community telecenter . Di Jembrana telecenter atau multipupose community telecenter ini disebut “Info Banjar.” Tujuannya untuk mendukung Industri Kreatif Daerah.

Telecenter lainnya di Indonesia, yang dibentuk oleh UNDP & BAPPENAS diantaranya yaitu Telecenter e-Pabelan-Desa Pabelan-Kec. Mungkid-Kab. Magelang-Jateng- Phone: 0815 790 1965- Email: telecenter@plasa.com, Semeru Telecenter-Desa Kertosari- Kec. Pasrujambe- Kabupaten Lumajang, Telecenter Muneng (Balai Informasi Berbasis Internet) Kelompok Tani Madurasa Muneng Madiun,  Telecenter Kota Pekalongan, Telecenter Tuladenggi Desa Tuladenggi Kab. Gorontalo- Gorontalo, Telecenter Salubomba-Desa Salubomba-Kabupaten Donggala-Sulawesi Tengah dan  Telecenter Lapulu, Kel Lapolu, Kodya Kendari- Sulawesi Tenggara.

Web-site Telecenter yang masih online di Indonesia : Semeru Telecenter, Desa Kertosari - Kec. Pasrujambe – Kabupaten Lumajang  : yaitu http://www.indonetwork.net/semerutelecenter/  dan Telecenter Connecting Indonesia :  http://telecenter.cyberdesa.com/

5)     Balai Informasi Masyarakat (BIM) : dibentuk oleh Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia), Suatu balai dimana terdapat fasilitas akses dan jasa telematika, informasi maupun fasilitas tambahan yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh penduduk dan untuk keuntungan penduduk di lokasi tersebut. Dikembangkan juga jasa diskusi, konsultasi dan Pelatihan.  Diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal berdasarkan potensi daerah setempat baik melalui peningkatan pendidikan, kegiatan ekonomi dan layanan kesehatan terjadi pembangunan di daerah dan nasional. Fasilitas BIM adalah Ketersediaan informasi melalui fasilitas telematika: telepon, faksimili, internet.

6)     Business Innovation Center (BIC) Indonesia : Pada tahun 2008 Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia menetapkan sebagai Tahun Inovasi oleh karena itu Business Innovation Center yang disingkat BIC didirikan dengan tujuan mengoptimalkan pemberdayaan Inovasi di Indonesia dengan tujuan meningkatkan pembangunan nasional. Program ini merupakan program yang ditujukan untuk memacu pengembangan inovasi melalui pemanfaatan teknologi. Di dalam kegiatannya Business Innovation Center (BIC) akan melibatkan semua unsur ABG. Business Innovation Center memberikan beberapa jenis layanan yaitu layanan umum, swasta, akademisi dan pemerintah yang sesuai dengan fungsi dan tujuan BIC (http://www.bic.web.id/in/profil/75-pendahuluan.html).

Dalam BIC Forum 2011 telah diadakan Kerjasama Academicy Business dan Government (ABG) antara Kementerian Riset dan Teknologi (RISTEK) dan Kamar Dagang Industri (KADIN). Acara diselenggarakan selama 2 (dua) hari 29 dan 30 September 2011 di Graha Widya Bakti Puspiptek Serpong.

7)     Community Multimedia Center (CMC) : UNESCO membangun Pusat Komunitas Multimedia (CMC) di berbagai daerah Indonesia diantaranya: Tahun 2008 UNESCO Kembangkan Pusat Komunitas Multimedia untuk Pendidikan di Jayagiri, Bandung, Indonesia. UNESCO juga meningkatkan kapasitas Radio Persatuan dengan menyediakan kafe internet untuk petani, pengrajin, dan kelompok perempuan di Bantul, Indonesia. Bantul adalah kabupaten yang paling buruk dilanda gempa tiga tahun lalu, yang menyebabkan dampak negatif besar pada mata pencaharian penduduk. UNESCO membangun Informasi Community Centre (CIC) pada waktu itu untuk membantu masyarakat karena pusat ditujukan untuk memberikan akses bersama ke informasi bagi masyarakat mengenai proses rekonstruksi.

8)     PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan) : PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan), pusat sarana dan prasarana penyediaan layanan jasa akses internet di kecamatan yang dibiayai melalui dana kontribusi kewajiban pelayanan universal telekomunikasi. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) itu ditempatkan di lokasi yang strategis di setiap kecamatan, Penyediaan Layanan Telekomunikasi Data menuju masyarakat yang cerdas/informatif (Digital Library)

PLIK adalah Pusat Layanan Internet Kecamatan Terdapat 5.748 PLIK, setiap PLIK memiliki 1 komputer server dan 5 pcs atau total 28,740 pc yang berbasis pada layanan internet.BTIP adalah Balai Informasi dan Informatika Perdesaan, ada dibawah ditjen Postel-Kominfo.BTIP Ditjen Postel bertanggung jawab melakukan manajemen dan monitoring terhadap seluruh PLIK menggunakan dan mengoperasikan SIMM-PLIK. SIMM-PLIK (Sistem Informasi Manajemen Dan Monitoring Pusat Layanan Internet Kecamatan). Jumlah keseluruhan 5.874 desa yang akan dibangun, dan sudah ada 5.300 desa yang selesai.

9)     M.CAP dan M.PLIK : M.CAP adalah Community Access Point yang bersifat mobile, merupakan program Mobil CAP Kementerian Kominfo. Model program M.CAP  dari Kementerian Kominfo ada 2 (dua) yaitu M.CAP dan M.PLIK. Perbedaan antara M-CAP dan M-PLIK ada pada sistem sarana. Di seluruh Indonesia, mobil M-CAP sudah tersedia. Sedangkan M-PLIK, diperuntukkan disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten.

Program CAP dan M-CAP sejak diperkenalkan tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 telah terdistribusi ke 166 (seratus enam puluh enam) lokasi, baik di Provinsi / Kabupaten / Kota se Indonesia serta mendapat respon positif dari berbagai pihak. Antusiasme serta respon positif dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang didukung Akademisi dan berbagai kalangan masyarakat adalah wujud implementasi pendekatan Public Private Partnership dari pelaksanaan Program Pengembangan Aplikasi Informatika di Indonesia.

Sedangkan M.CAP merupakan singkatan dari Mobile Community Access Point. Seperti kepanjangannya, M.CAP difungsikan sebagai titik akses komunitas atau Community Access Point (CAP). Wujudnya adalah sebuah mobil dengan fasilitas layanan sebagai berikut: Layanan internet mobile (Warnet), Layanan telpon (Wartel), Layanan Fax (kirim dan terima), Billing system Wartel dan Warnet, Public Announcement (Pengeras suara/sound system), Pemutaran video melalui LCD TV (Format, VCD, DVD dll)

Mobile PLIK (MPLIK) merupakan Pusat Layanan Internet Kecamatan yang bersifat bergerak untuk akses internet yang sehat, aman, cepat dan murah. Fungsi dan tujuannya adalah melayani masyarakat umum yang berada didaerah-daerah kecamatan yang belum terjangkau oleh fasilitas internet, Penyedia Mobil layanan internet kecamatan (M-PLIK) merupakan amanat dari pasal 5 peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 48/PER/M.KOMINFO/11/2009 tentang Peyedia Jasa Akses Internet Pada wilayah pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan informatika Nomor 19/PER/M.KOMINFO/12/2010. MPLIK ini sinergi kegiatan Program KPU/ISO dengan Community Access Point (CAP), yang ditargetkan oleh Penyedia sebanyak 1.908 M.PLIK yang nantinya akan tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

M.PLIK merupakan Penyediaan Layanan Internet yang bersifat mobile di kecamatan. M-PLIK adalah Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan. M-PLIK merupakan program Universal Service Obligation (USO) Pusat Layanan Internet Kecamatan hasil sinergi antara Telkom dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. M-PLIK merupakan program yang bernilai strategis di bidang telekomunikasi yang bertujuan mempercepat akselerasi pembangunan daerah-daerah tertinggal di Indonesia. Propinsi Lampung mendapat 100 M.PLIK, Pemerintah Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat diberi kepercayaan mengelola M-PLIK sebanyak 6 (enam) unit.

Web-site M.PLIK, Dikelola oleh Jogya digital, lokasi dan alamat Menara Ravindo Lt.6, Jl. Kebon Sirih No. 75, Telp. 021-39831771, Jakarta Pusat http://mplik.com/?pg=profil.

14.  Komunitas Blackberry : Secara resmi, Blackberry masuk ke Indonesia dan didistribusi oleh tiga operator seluler. Yaitu Indosat, Telkomsel, dan XL. Selain memiliki fasilitas push e-mail, perangkat asal negeri Kanada ini juga dipercaya punya kelebihan lain, yakni daya tahannya. Sebagai perangkat komunikasi, Blackberry ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dari ponsel berkategori smartphone lain. Harganya pun relatif terjangkau, tergantung seri dan kelengkapan fasilitasnya. Komunitas Blackberry di Indonesia diantaranya :

15.  Komunitas Android : Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler (smartphone)  yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

       Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar.

       Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware. Komunitas Android di Indonesia diantaranya :

16.  Komunitas TIK, Cyber atau Maya (KoMa) lainnya :

1)     Komunitas “Indonesian Infocom Society” – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Discussion Forum of the Indonesian Infocom Society – Forum Diskusi Masyarakat Telematika Indonesia (http://mastel.wordpress.com/tag/63-warmasif/)

2)     Komunitas blogger indonesia, blogger komunitas sman 1 ngunut ditujukan untuk sumber informasi seluruh warga masyarakat ngunut dan masyarakat seluruh indonesia. (http://www.sman1ngunut.info/)

3)     Komunitas forumkami.net, http://www.forumkami.net/forum.php, Threads: 198,583, Posts: 506,893, Members: 77,171

4)     Komunitas “Socmed Fest” ajang kumpul komunitas media sosial Indonesia, “Social Media Fest” atau Socmed Fest 2011 yang berlangsung di Jakarta, 22-24 September ini menjadi ajang bertemu dan berkumpulnya komunitas media sosial Indonesia. Komunitas tersebut diantaranya TEDx Jakarta, GUSDURian, Wikimu, AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui), Milis Sehat, Desa Sejahtera, dan Masyarakat Bebas Bising, DandanPol, Kopdar Jakarta, Radio Komunitas Twitter Indonesia, Anjinggombal, dan banyak lagi lainnya (http://www.antaranews.com/berita/276605/socmed-fest-ajang-kumpul-komunitas-media-sosial-indonesia)

5)     Komunitas Paling Indonesia merupakan komunitas yang dibentuk oleh Indonesia untuk Indonesia. Komunitas yang bertujuan mempromosikan budaya tentang Indonesia. “Paling Indonesia” menggelar program 33 minggu menulis e-book ‘Paling Indonesia’. Hal ini disampaikan Pikukuh PT, Ketua Komunitas Paling Indonesia saat peluncuran website www.PalingIndonesia.com. didukung Telkomsel. “E-book ini akan berbentuk bilingual, sehingga tidak hanya bisa dibaca oleh warga Indonesia tetapi juga dapat dinikmati hingga mancanegara,” jelas Pikukuh di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (11/2/2012). Komunitas Paling Indonesia merupakan komunitas yang berkembang di dunia digital sejak tahun 2010, yakni Twitter (@palingindonesia) dan Facebook (facebook.com/PalingIndonesia). Komunitas ini telah memiliki penggemar di Facebook sebanyak 23 ribu lebih dan pengikut di Twitter sebanyak 8.900-an. Awal 2011, Komunitas Paling Indonesia sudah membuat konsep untuk membangun website sebagai wadah menulis bagi siapa saja untuk mempromosikan tentang Indonesia. Website ini pun dikunjungi 40 ribu visitor setiap bulannya meski belum resmi dirilis.

6)     satudunia.net, Misi memperkuat gerakan masyarakat sipil di Indonesia dalam berbagi informasi dan pengetahuan baik secara nasional atau global dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. (http://www.satudunia.net/)

7)     airputih conneting un connected, AirPutih, sebuah lembaga yang mendorong masyarakat agar melek teknologi informasi (TI) dan menjadikannya alat untuk mewujudkan sebuah masyarakat yang kuat di Indonesia. Langkah AirPutih untuk mewujudkan hal itu, antara lain dengan meningkatkan kemampuan dan pemahaman masyarakat terhadap TI. Tak hanya itu, open source sebagai kunci pembuka akses TI yang murah dan mudah juga menjadi lahan yang terus digarap oleh AirPutih. Sosialisasi penggunaan open source, dilakukan AirPutih dengan bekerja sama dengan lembaga lain seperti Kementerian Riset dan Teknologi dan Yayasan Penggerak Linux Indonesia.

Kelahiran AirPutih di saat ada bencana besar melanda Aceh tahun 2004 lalu, menginspirasi AirPutih agar terus mengembangkan teknologi antisipasi bencana. Salah satu langkah yang sudah dilakukan AirPutih adalah pembuatan aplikasi peringatan dini gempa dan Tsunami, bekerja sama dengan BMG. Aplikasi ini juga sudah bisa diunduh semua orang. Lalu, pembuatan portal bencana yang terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Selain itu, jika terjadi bencana, tim cepat tanggap AirPutih juga siap berangkat ke daerah bencana untuk membangun infrastruktur TI dan update berita dari lapangan. (http://www.airputih.or.id/)

8)     Relawan TIK, Didukung Kementerian Kominfo, Visi Menjadikan Relawan TIK sebagai pribadi, sekaligus warga masyarakat unggulan, yang siap siaga mengemban misi sosial, kemasyarakatan dan kemanusiaan bagi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan/penguasaan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa, (http://relawan-tik.org/)

9)     Komunitas Internet Sehat, Wise While Online, Think Before Posting (http://ictwatch.com/internetsehat/)

10)     Kartunet.com, Kartunet Community Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang didirikan oleh kaum muda tunanetra pada 19 Januari 2006. Kartunet yang merupakan kliping dari dua kata yaitu “karya” dan “tunanetra” pada awalnya merupakan nama situs yaitu www.kartunet.com (Karya Tunanetra Community),. Sesuai dengan namanya, situs ini dibuat dan dikelola oleh sekelompok tunanetra, namun isinya ditujukan kepada masyarakat umum untuk mempublikasikan kreasi dari penyandang disabilitas baik berupa karya sastra, penyajian berita, artikel mengenai teknologi, maupun informasi-informasi lain yang berkaitan dengan isu disabilitas. (http://www.kartunet.com/profil)

11)     Jalin Merapi, Jaringan Informasi Lingkar Merapi (JALIN MERAPI) berupaya menyajikan data dan informasi perkembangan Gunungapi Merapi dan dinamika masyarakatnya. Informasi JALIN MERAPI berasal langsung dari lapangan dan digali langsung dari dan oleh masyarakat setempat bersama jaringan relawan. Jaringan ini telah terbangun sejak tahun 2006, yang digagas bersama oleh tiga radio komunitas di Kemalang, Klaten (Lintas Merapi FM), Selo, Boyolali (MMC FM), dan Dukun, Magelang (K FM), bersama beberapa lembaga swadaya masyarakat yang menaruh perhatian pada isu informasi dan komunikasi di lingkar Merapi. JALIN MERAPI pada periode 2010 – 2011 didukung oleh Jaringan Radio Komunitas Jawa Tengah, COMBINE Resource Institution, IDEA, Gender Working Group, Koperasi Wanita SETARA Klaten, Rumah Pelangi, Yayasan AirPutih, Forum Pengurangan Risiko Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta, dan beragam lembaga serta kelompok relawan yang tersebar di lingkar Merapi. ( http://merapi.combine.or.id/)

12)     Combine resource institutions, Sejak tahun 2001, COMBINE Resource Institution (selanjutnya disebut COMBINE) bergerak  mendukung pengembangan media komunitas dan pemanfaatan Teknologi Informasi-Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari sistem dan jaringan pengembangan informasi dan komunikasi komunitas. Pada awalnya, COMBINE melakukan fasilitasi dan bantuan teknis secara langsung bagi komunitas melalui  radio komunitas. Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia – 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id , http://combine.or.id/

13)     J.B.D.K, Kampanye & Gerakan “Jangan Bugil Depan Kamera!”, Pornografi bertentangan dengan falsafah yang dianut bangsa Indonesia, terutama ketuhanan, kemanusiaan dan keberadaban. Gerakan Jangan Bugil Depan Kamera (J.B.D.K) memandang pencegahan problem BDK hanya dapat diupayakan secara bersama-sama dengan kesinambungan. http://jbdk.org/

14)     Yayasan Tifa, mempromosikan masyarakat terbuka, Yayasan Tifa berdiri 8 Desember 2000 untuk menjadi center of excellence bagi penggalangan sumberdaya bagi masyarakat sipil di Indonesia, http://www.tifafoundation.org.

15)     Arus Pelangi, Arus Pelangi adalah sebuah organisasi yang terus mendorong terwujudnya tatanan masyarakat yang bersendikan pada nilai-nilai kesetaraan, berperilaku dan memberikan penghormatan terhadap hak-hak Kaum Lesbian, Gay, Bisexual, Transsexual dan Transgender (LGBT) sebagai hak asasi manusia.  (http://www.aruspelangi.or.id/)

16)         Komunitas Game Maker Indonesia, Komunitas Indonesia yang membahas Game Maker dari Yoyogames, http://gm-id.forumid.net/

17)     Komunitas Pekerja Telekomunikasi Indonesia, menyukai 16.914, email: mail.kpti@gmail.com, http://id-id.facebook.com/pages/Komunitas-Pekerja-Telekomunikasi-Indonesia/110350168884

17.  Komunitas Hacker di Indonesia  ;

Referensi :

  1. Budi Sutedjo Dharma Utomo, S.Kom, MM dkk, Pengantar Teknologi Informasi Internet; Konsep dan Aplikasi, Penerbit Andi Yokyakarta, 2007.
  2. Raf knowledge, 108 Tip Keamanan Blog dan Jaringan Sosial, Penerbit PT Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia, 2011.
  3. Jack Febrian, Menggunakan Internet, Refisi ke-3, Penerbit Informatika, Bandung, Maret 2007.
  4. DR. Richardus Eko Indrajit, Konsep dan Aplikasi e-Business, file:///K:/e-komunitas/MEMBANGUN-KOMUNITAS-VIRTUAL.htm
  5. http://airachma.wordpress.com/2009/10/11/pengertian-komunitas/
  6. http://yulasayo.wordpress.com/2011/11/25/komunitas-virtual/
  7. http://berita501.blogspot.com/2009/05/fenomena-komunitas-virtual-dan.html
  8. http://techno.okezone.com/read/2010/10/01/327/377985/berkunjung-ke-komunitas-virtual
  9. http://politik.kompasiana.com/2011/01/20/cyberdemocracy/
  10. http://caturariadie.com/ilmu-komunikasi/peran-social-media-online-dalam-menciptakan-masyarakat-cyber.html
  11. http://media.kompasiana.com/new-media/2010/05/25/telecommunity-komunitas-virtual/
  12. http://id.wikipedia.org/
  13. http://id.wordpress.org/
  14. http://komunitasvirtual.wordpress.com/
  15. http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook
  16. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7892129
  17. http://www.warintek.ristek.go.id/profil.htm
  18. http://www.slideshare.net/asemdepkominfo/warmasif-cap-model-in-indonesia
  19. http://www.slideshare.net/johanneesken/simm-lik
  20. www.balitbang.depkominfo.go.id/addfile/jurnal/…/ning.doc
  21. http://ferryf.web.id/tik/2-perkembangan-tik/55-bab-ii-sejarah-tik.html
  22. http://artikel-ajah.blogspot.com/2011/11/perkembangan-tik-di-indonesia.html

Tentang Jadhie Whardhana Fernando

Pemerhati Komunikasi dan Informatika
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke KEBERADAAN e-KOMUNITAS DI BERBAGAI DAERAH DI TANAH AIR.

  1. ayu berkata:

    your good idea….tks for your informations……

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s